Diskriminasi Wartawan Jangan Sampai Terjadi di Nagekeo

- Rabu, 22 Desember 2021 | 15:43 WIB
IMG-20211222-WA0030
IMG-20211222-WA0030

Bernard Sapu

 

Sekelompok massa yang tergabung dalam Aliansi Jurnalistik Nagekeo (ARJUNA) menggelar aksi unjuk rasa damai dengan titik star dari pertigaan Dadiwuwu dan berakhir di Polres Nagekeo, Rabu (22/12).

Aksi damai yang dilakukan oleh ARJUNA ini menuntut dan mengutuk terkait tindakan oknum polisi di Kupang yang melarang dan mengancam wartawan saat meliput rekonstruksi kasus pembunuhan ibu dan anak di Kupang.

Koordinator Aliansi Jurnalis Nagekeo, Tommy Nulangi dalam orasinya di halaman Polres Nagekeo mengatakan, pers salah satu pilar dari demokrasi dan buah dari reformasi oleh karena itu jangan menghambat tugas-tugas yang dilakukan oleh para jurnalis.

"Aksi damai ini dilakukan karena adanya tindakan diskriminasi dan menghalangi tugas-tugas dari jurnalistik,"tegasnya.

Tommy menyampaikan, melihat kejadian yang terjadi di Kupang dari salah seorang oknum Polisi yang bertugas di Polda NTT terhadap salah seorang Jurnalis yang yang sedang menjalankan tugasnya, akhirnya mendapatkan tindakan yang tidak layak untuk di pertontonkan oleh seorang oknum Kepolisian RI di wilayah Provinsi NTT.

Hal senada diungkapkan pula wartawan Victorynews NTT, Bernard Sapu dalam orasinya menyampaikan, tindakan diskriminasi atau dalam bentuk apapun terhadap jurnalis jangan sampai terjadi di wilayah Kabupaten Nagekeo lebih khususnya lagi Institusi Kepolisian RI di wilayah Kabupaten Nagekeo.

Bernard menyampaikan, Kepolisian RI khususnya Polres Nagekeo akan tetap menjaga silahturahmi dan keharmonisan dan saling introspeksi jika ada kekurangan. Kami harapkan Polres Nagekeo tidak mengulangi tindakan diskriminasi yang seperti dilakukan oleh salah seorang oknum Polisi di Kupang. Polisi senantiasa tetap solid bersama para jurnalis.

"Pada hari ini juga kami dari Aliansi Jurnalis Nagekeo mendesak institusi Polres Nagekeo segera meneruskan aspirasi yang kami sampaikan ini kepada Kepolisian RI diwilayah Provinsi NT," tagas Sapu.

Kapolres Nagekeo AKBP Drs. Agustinus Hendrik Fai saat dialog bersama Aliansi Jurnalis Nagekeo mengaku sangat prihatin atas kejadian tersebut. Dan aspirasi yang disampaikan oleh Aliansi Jurnalis Nagekeo ini akan segera disampaikan kepada atasannya.

"Pihak Kepolisian RI khususnya Polres Nagekeo akan senantiasa menjaga silahturahmi dan keharmonisan antara Polres Nagekeo dan Jurnalis Nagekeo. Aksi damai ini mendapatkan perhatian serius dari aparat kepolisian yang melakukan pengawalan pergerakan yang dilakukan oleh ARJUNA Nagekeo," jelasnya.

Turut hadir dalam aksi damai tersebut Serilus Iskandar Goa dari media Sergap NTT, Patrick M. Djawa dari media Vox NTT, Dony Moni dari media TVRI, Arkadius Togo dari media Flores Pos, Vihand Kasa dari media Rakyat NTT, Bambang Nurdiansyah dari media Laskar Media, Ian Bala dari media EKORA NTT, Petrus FB Tenda dari Inbisnis. id, Wil Wuno dari media Warisan Budaya Nusantara NTT, Muhamad Yasin dari media Indonesia Satu. com, Zainudin Abdullah dari media Mindo News.com. (Yan/ol).

Editor: Administrator

Terkini

X