Sinode GMIT Imbau Masyarakat Tidak Panik Hadapi Ancaman Cuaca Ekstrim

- Senin, 27 Desember 2021 | 15:59 WIB
IMG-20211227-WA0022
IMG-20211227-WA0022

Sinta Tapobali

Majelis Sinode GMIT mengimbau seluruh masyarakat dan jemaat GMIT, agar tidak perlu panik namun tetap waspada menghadapi cuaca ekstrim yang diperkirakan akan terjadi pada 24 - 28 Desember 2021.

Mengantisipasi cuaca ekstrim ini maka Sinode GMIT, mengeluarkan surat edaran terkait ancaman cuaca ekstrim di wilayah GMIT, yang berisikan point-point umum petunjuk keselamatan.

Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Mery Kolimon, Senin (27/12), mengatakan pada 23 Desember kemarin, Majelis Sinode GMIT, telah melakukan pertemuan bersama BPBD Provinsi NTT, BMKG, Basarnar, BPBD Kabupaten/Kota, dan sejumlah instansi terkait.

"Dalam rapat tersebut, kita diminta siaga menghadapi ancaman cuaca esktrem pada 24-28 Desember 2021. Namun kita tidak perlu panik, tetapi kita tetap harus waspada," ungkap Pdt. Mery.

Menindaklanjuti rapat tersebut, Majelis Sinode menurutnya telah mengeluarkan surat Edaran Nomor : 1550/GMIT/I/F/Des/2021 yang berisikan sejumlah point-point penting seperti diantaranya menghimbau kepada seluruh Jemaat GMIT agar dapat membersihkan ranting pohon yang mudah rapuh atau patah. Memperbaiki dan memperkuat atap rumah, membersihkan sampah, mengamankan semua dokumen-dokumen yang dianggap penting serta menyiapkan tas siaga bencana.

Untuk jemaat yang bekerja sebagai nelayan diimbau agar mengamankan perahu/kapal mereka di pantai atau di daerah yang aman selama terjadinya cuaca ekstrem.

"Kami juga imbau agar selalu berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk mendapatkan informasi yang tepat sehingga terhindar dari namanya Hoax," katanya.

Selain itu, Majelis GMIT juga mengeluarkan petunjuk keselamatan saat berada di lingkungan gereja seperti tetap berada di dalam gedung saat terjadi badai dan jauhi pintu maupum jendela kaca untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Gereja juga diminta untuk menunjuk salah satu petugas pemantau perkembangan cuaca dan melaporkan kepada penanggung jawab kegiatan. Menyimpan juga nomor-nomor penting bila harus dilakukan penyelamatan darurat dan evakuasi.

Pastikan ketersediaan air dan listrik cadangan untuk antisipasi selama badai berlangsung. Melakukan identifikasi tempat evakuasi sementara dan memastikan tidak adanya pohon atau ranting bahaya yang tumbang ketika terjadinya badai.

Ia memgimbau seluruh jemaat/klasis agar tetap waspada dan tidak panik serta selalu memperhatikan himbauan yang telah dikeluarkan oleh majelis Sinode GMIT demi keamanan dan keselamatan bersama bila terjadi cuaca ekstrim dam badai yang tidak diinginkan. (bev/ol)

Editor: Beverly Rambu

Terkini

PENTING! 3 Polisi dan 1 Anggota TNI Hilang di Papua

Minggu, 29 Januari 2023 | 17:21 WIB

WASPADA! Bandung Diguncang 2 Kali Gempa Hari Ini

Sabtu, 28 Januari 2023 | 17:44 WIB
X