SBD Kembali Diserang Hama Belalang

- Rabu, 5 Januari 2022 | 14:56 WIB
Petugas Dinas Pertanian SBD, sedang melakukan penyemprotan di salah satu lahan yang terserang hama belalang.
Petugas Dinas Pertanian SBD, sedang melakukan penyemprotan di salah satu lahan yang terserang hama belalang.

Frengky Keban 

Usai berhasil mengatasi serangan hama belalang kembara di wilayah Wewewa dan Kodi, kini Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), NTT, kembali dihadapkan pada serangan serupa di wilayah kecamatan Loura dan Kota Tambolaka. Ironisnya, serangan hama ini terjadi sejak November tahun 2021 dan penanganannya masih terus berlangsung hingga kini.

"Sudah sejak 6 November tahun lalu cuma penanganan dari Dinas baru dilakukan pada tanggal 8 November hingga hari ini. Tadi malam pun kami masih sempat melakukan penanganan berupa penyembrotan di lokasi hama belalang tersebut di Kawona sana setelah sebelumnya melakukan penanganan di beberapa lokasi seperti Bondo Boghila, Karuni, Letekonda, Ramadana dan beberapa lokasi lainnya,"kata Kepala Dinas Pertanian SBD, Rofinus Kaleka yang dikonfirmasi media ini di ruangannya, Rabu (5/1) siang.

 

Rofinus menjelaskan bahwa serangan hama belalang ini memang terjadi begitu cepat dan diprediksi masih akan terus berlangsung beberapa hari ke depan. Pasalnya, dari rentang waktu yang ada ini banyak telur belalang yang belum menetas, walaupun pihaknya sudah intens melakukan pemusnahan.

"Untuk kali ini agak berbeda. Belalang melakukan perpindahan dengan cepat di mana mereka (belalang) ketika sudah bertelur dia akan berpindah ke tempat lain nah saat kami semprot di lokasi mereka singgah maka mereka akan kembali ke tempat pertama untuk bertelur lagi di sana yang tentunya menyulitkan kami. Sehingga beberapa hari ini kami begitu intens di lapangan untuk memastikan belalang tersebut bisa mati,"katanya.

Walaupun terkesan sulit namun Rofinus tetap optimis dengan kerja keras pihaknya bersama sejumlah pihak, baik itu kecamatan maupun masyarakat petani sendiri, hama belalang kembara ini bisa diatasi. Hal ini sebutnya merujuk pada mulai menurunnya polusi belalang di beberapa lokasi dan jarak berkumpulnya yang semakin jauh. (Yan/ol)

 

Editor: Administrator

Terkini

Menhan Prabowo Subianto Tiba di Kupang

Jumat, 28 Januari 2022 | 18:37 WIB

Bandara Halim Perdanakusuma Segera Direvitalisasi

Sabtu, 22 Januari 2022 | 07:20 WIB

DPRD Malaka Sudah Laporkan LHKPN Tahun 2021

Senin, 17 Januari 2022 | 21:42 WIB

Kapolda NTT Perintahkan Anak Buahnya Koreksi Diri

Senin, 17 Januari 2022 | 13:21 WIB

Jadwal Tahapan Pilkada 2024 masih Kabur

Senin, 17 Januari 2022 | 09:06 WIB

Politik Bukan Hal Tabu bagi Perempuan

Jumat, 14 Januari 2022 | 20:15 WIB

DPRD Minta KPUD Hitung Ulang Anggaran Pilgub NTT

Jumat, 14 Januari 2022 | 11:30 WIB
X