Proses Ganti Rugi Pembangunan Waduk Lambo dalam Tahap Validasi Data

- Rabu, 5 Januari 2022 | 18:46 WIB
Perwakilan warga yang terkena dampak pembangunan Waduk Lambo dari Desa Ulupulu Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo sedang mendengarkan penjelasan dari pihak BWS NT II Bernad Malelak.
Perwakilan warga yang terkena dampak pembangunan Waduk Lambo dari Desa Ulupulu Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo sedang mendengarkan penjelasan dari pihak BWS NT II Bernad Malelak.

Bernard Sapu

 

Uang atau biaya ganti rugi bagi warga yang terdampak pembangunan waduk Lambo di Kabupaten Nagekeo, NTT saat ini dalam proses validasi data.

"Memang kesemua warga masyarakat yang terkena dampak pembangunan Waduk Lambo telah melakukan penandatanganan berita acara dan kwitansi pembayaran atas tanahnya, untuk itu data yang telah kami himpun tersebut saat sekarang ini kami sedang lakukan validasi data secara baik dan sempurna selanjutnya akan diusulkan kepada Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN)," ungkap Pejabat Pembuat Komitmen Pengadaan Tanah Pembangunan Bendungan II BWS NT II pada pembangunan Waduk Lambo, Bernad Malelak, dalam rapat yang digelar, Rabu 5 Januari 2021, di Kantor Pertanahan Kabupaten Nagekeo.

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Kepala Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Nagekeo, Dominikus B. Insatuan, perwakilan dari pihak Kepolisian Nagekeo, beberapa perwakilan masyarakat dari wilayah Desa Ulupulu Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo serta sejumlah awak media.

Bernad menyampaikan, setelah diakukan validasi data, aka diusulkan ke Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) Kementerian Keuangan. Proses ganti rugi bentuk uang dalam pembangunan Waduk Lambo, kata dia, jangan disamaartikan dengan proses pembelian tanah yang dilakukan secara orang perorangan, namun ini proses sangat berbeda karena ini menggunakan uang negara dan pembangunan Waduk Lambo ini pun menjadi aset Negara.

"Saya pastikan untuk sekarang ini saya berkantor di Kantor Pertanahan Kabupaten Nagekeo, jika bapak-bapak maupun masyarakat yang terkena dampak di tiga desa yakni Desa Labolewa, Desa Ulupulu dan Desa Rendu Butowe ingin menanyakan terkait ganti rugi atas tanah, saya ada di Kantor Pertanahan Kabupaten Nagekeo, jadi tidak usah bertanya pada kantor lain bertanya pada saya. Namun untuk sekarang kesemuanya itu sedang dalam proses validasi data,"tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, salah seorang warga dari Desa Ulupulu, Kecamatan Nangaroro, Laurensius PE yang didampingi beberapa warga lainnya menyampaikan, penjelasan yang disampaikan oleh pihak PPK Pengadaan Tanah BWS NT II telah meyakinkan warga sehingga selama ini yang tidak jelas menjadi jelas.

Namun, lanjut Laurensius proses validasi data yang akan dilakukan oleh pihak BWS diharapkan secepatnya agar tidak timbul banyak presepsi yang bukan-bukan terhadap warga yang telah menyerahkan tanah demi pembangunan Waduk Lambo.

"Kami berharap jangan sampai kami hanya dibodohi oleh sebuah kwitansi kosong yang akhirnya kami harus masuk bui dan tinggalkan istri dan anak-anak kami," Tandanya. (Yan/ol)

Editor: Administrator

Terkini

Menhan Prabowo Subianto Tiba di Kupang

Jumat, 28 Januari 2022 | 18:37 WIB

Bandara Halim Perdanakusuma Segera Direvitalisasi

Sabtu, 22 Januari 2022 | 07:20 WIB

DPRD Malaka Sudah Laporkan LHKPN Tahun 2021

Senin, 17 Januari 2022 | 21:42 WIB

Kapolda NTT Perintahkan Anak Buahnya Koreksi Diri

Senin, 17 Januari 2022 | 13:21 WIB

Jadwal Tahapan Pilkada 2024 masih Kabur

Senin, 17 Januari 2022 | 09:06 WIB

Politik Bukan Hal Tabu bagi Perempuan

Jumat, 14 Januari 2022 | 20:15 WIB

DPRD Minta KPUD Hitung Ulang Anggaran Pilgub NTT

Jumat, 14 Januari 2022 | 11:30 WIB
X