Mafia 279 Ton Pupuk di Surabaya, Jawa Timur, Beli Subsidi Jual Nonsubsisi

- Selasa, 17 Mei 2022 | 12:13 WIB
Polda jatim menata  pupuk ilegal di Mapolda Jatim, Surabaya, Senin (16/5/2022). Polda Jawa Timur menangkap 21 tersangka dugaan mengemas ulang pupuk bersubsidi dan menjualnya sebagai pupuk nonsubsidi nonsubsidi serta mengamankan 5.589 sak atau 279,45 ton pupuk ilegal. /Antara/Didik Suhartono.
Polda jatim menata pupuk ilegal di Mapolda Jatim, Surabaya, Senin (16/5/2022). Polda Jawa Timur menangkap 21 tersangka dugaan mengemas ulang pupuk bersubsidi dan menjualnya sebagai pupuk nonsubsidi nonsubsidi serta mengamankan 5.589 sak atau 279,45 ton pupuk ilegal. /Antara/Didik Suhartono.

SURABAYA VICTORY NEWS - Polda Jawa Timur (Jatim) telah menangkap 21 orang tersangka yang masuk dalam jaringan mafia pupuk subsisi di Surabaya, Jawa Timur.

Tak tanggung-tanggung para tersangka ini membeli pupuk subsidi kemudian menjual nonsubsidi dengan harga yang lebih mahal.

Dari tangan para tersangka Polda NTT berhasil mengamankan 5.589 sak atau sekitar 279,45 ton pupuk bersubsidi ilegal yang disembunyikan di dalam gudang.

"Dari laporan polisi itu kami menangkap 21 tersangka. Modusnya para tersangka membeli pupuk subsidi yang kemudian mengganti dengan pupuk nonsubsidi yang harganya berbeda," katanya saat merilis kasus tersebut di Surabaya, Senin seperti dikutip victorynews.id dari pikiranrakyat.com dengan judul httpspolisi-ungkap-modus-penyelewengan-279-ton-pupuk-bersubsidi-di-jatim-21-orang-ditetapkan-jadi-tersangka.

Baca Juga: Politani Kupang Gandeng Kemendikbudristek dan BDSP Soe Lakukan Riset Pupuk Bio 3

Kapolda Jatim Irjen Polisi Nico Afinta mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal saat anggota Ditreskrimsus Polda Jatim beserta Polres jajaran dan didukung Dinas Pertanian dan Perdagangan Jatim mencium adanya penyimpangan masalah pupuk dari mulai stok, distribusi, sampai harga.

Bermula dari kecurigaan tersebut, Polda Jatim kemudian menerima sebanyak 17 laporan terkait peredaran pupuk ilegal. Dari belasan kasus tersebut, kata Nico 13 kasus di antaranya telah ditangani.

Belasan kasus tersebut, kata dia, tersebar di sembilan daerah di Jawa Timur, yakni Kabupaten Banyuwangi, Jember, Nganjuk, Ngawi, Ponorogo, Tuban, Lamongan, Sampang, dan Blitar.

Para tersangka dikatakan Nico mematok harga pupuk bersubsidi dengan kemasan nonsubsidi mulai dari Rp160 ribu hingga Rp200 ribu.

Baca Juga: PT Shang Hyang Seri Cabang Kupang Mulai Salurkan Pupuk

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Terkini

Kepala BNPB Pimpin Satgas Penanganan PMK

Senin, 27 Juni 2022 | 08:28 WIB

Menpan RB Tjahjo Kumolo Masuk Rumah Sakit

Jumat, 24 Juni 2022 | 11:26 WIB

Artis Senior Rima Melati Tutup Usia

Kamis, 23 Juni 2022 | 20:29 WIB
X