LPSK Minta Jurnalis Jangan Gunakan Diksi Tembak Menembak Dalam Kasus Kematian Brigadir J

- Rabu, 10 Agustus 2022 | 12:07 WIB
Tangkapan layar, Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi, minta jurnalis jangan gunakan diksi tembak menembak dalam kasus kematian Brigadir J.  (youtube metro TV)
Tangkapan layar, Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi, minta jurnalis jangan gunakan diksi tembak menembak dalam kasus kematian Brigadir J. (youtube metro TV)

JAKARTA,VICTORYNEWS-Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Edwin Partogi mengingatkan kepada seluruh jurnalis untuk tidak menggunakan diksi tembak menembak dalam kasus kematian Brigadir J.

Bagi LPSK, diksi tembak menembak tidak dibangun atas dasar penyidikan, sehingga jurnalis jangan menggunakan diksi tersebut.

Dilansir victorynews.id, Rabu (10/8/2022) dari tayangan youtube metrotvnews, menurut Wakil Ketua LPSK, diksi tembak menembak tersebut dibangun tidak didasarkan penyidikan yang sensitif untuk suatu peristiwa.

Baca Juga: Randi Badjideh Terancam Seumur Hidup, Hari Ini Berkas Ira Ua Dilimpahkan ke Kejaksaan, Polisi Harap Bisa P21

"Jadi sebaiknya kalau polri kerja jelas dengan pendekatan sensitif investigation, seharusnya diksi itu juga dihasilkan dari proses penyidikan yang berdasarkan sensitif tadi,"jelas Edwin.

Menurut Edwin, pihaknya sudah memberikan informasi yang terjadi, walaupun tidak bermaksud untuk masuk terlalu jauh dalam pengusutan kasus kematian Brigadir J, karena prosesnya masih berlangsung.

Terkait penyampaian informasi dari Kapolri bahwa Ferdy Sambo perintahkan Bharada E untuk menembak Brigadir J dan kemudian Bharada E meminta agar dirinya menjadi Justice Collaborator, pihak LPSK tidak terkejut dengan penyampaian dari Kapolri tersebut.

Baca Juga: Buka Turnamen Bola Kaki dan Volly, Ini Pesan Bupati Manggarai

"Karena informasi tentang bagaimana informasi ini terjadi, sebenarnya LPSK sudah tahu, hanya kita tidak ingin mendahuluinya dan ingin mencampuri saja. Kami sudah mendalami itu walaupun hanya dua pemohon yang kini mengajukan secara resmi ke LPSK dan untuk membuktikan permohonan ini sudah berlangsung dengan investasi," kata dia.

Edwin menyebut, pihak LPSK telah mendapatkan sumber informasi yang dapat menjelaskan fakta dan data terkait peristiwa Penembakan Brigadir J. Itulah yang membuat LPSK tidak terburu-buru untuk menerima, dan menyatakan pemohon PC dan E mendapat perlindungan LPSK.

Halaman:

Editor: Yance Jengamal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Putri Candrawathi Resmi Ditahan di Rutan Mabes Polri

Jumat, 30 September 2022 | 20:35 WIB
X