Lahan Bermasalah, Menteri PUPR Perpanjang Waktu Pembangunan Dua Bendungan di NTT

- Jumat, 30 September 2022 | 22:40 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kanan) saat meninjau Bendungan Manikin, di Kabupaten Kupang, NTT, Jumat (30/9/2022).  (Dok Biro Komunikasi Kementerian PUPR)
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kanan) saat meninjau Bendungan Manikin, di Kabupaten Kupang, NTT, Jumat (30/9/2022). (Dok Biro Komunikasi Kementerian PUPR)

KUPANG, VICTORYNEWS - Target penyelesaian pengerjaan Bendungan Manikin diperpanjang dari 2022 menjadi 2024.

Tidak saja Bendungan Manikin, hal yang sama dialami Bendungan Lambo di Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT.

Bendungan Lambo kini ditargetkan selesai pengerjaannya oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada 2025 atau lebih setahun dari target awal.

Baca Juga: Masalah Lahan, Bendungan Manikin di NTT Baru Bisa Selesai 2024

Mulanya Bendungan Lambo ditargetkan selesai di tahun 2024 berdasarkan kontrak yang disepakati pada 19 Agustus 2021 yang terdiri dari 2 paket pengerjaan.

Sementara untuk pembangunan Bendungan Manikin, jelas Basuki, masyarakat dan kementerian akan menyelesaikan sesuai ketetapan hukum yang ada.

"Kemarin ada hambatan tanah tapi saya kira sekarang semua sudah 'open' semua. Saya akan lakukan percepatan dan juga berkoordinasi dengan Menteri Kehutanan untuk administrasi yang dilengkapi," jelas dia saat meninjau Bendungan Raknamo, Jumat (30/9/2022).

Baca Juga: 6.400 Rumah Dapat Nikmati Air Bersih dari SPAM Raknamo, NTT

Sedangkan untuk pengerjaan Bendungan Lambo, jelasnya, sedang diupayakan pengerjaannya dengan berdialog bersama masyarakat yang belakangan menolaknya.

Halaman:

Editor: Paschal Seran

Tags

Artikel Terkait

Terkini

GEGER! Bom Bunuh Diri Polsek Astana Anyar Bandung?

Rabu, 7 Desember 2022 | 09:59 WIB
X