Surya Paloh Cerita Ketemu Presiden Joko Widodo selama Satu Jam 20 Menit

- Kamis, 2 Februari 2023 | 10:29 WIB
Surya Paloh menceritakan pertemuan dengan Presiden Jokowi berlangsung selama satu jam 20 menit.  (Youtube TVOne)
Surya Paloh menceritakan pertemuan dengan Presiden Jokowi berlangsung selama satu jam 20 menit. (Youtube TVOne)

KUPANG, VICTORYNEWS-Kabar pertemuan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu ternyata benar terjadi.

Waktu pertemuan Surya Paloh dengan Presiden Jokowi yakni Satu Jam 20 Menit.

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh menceritakan pertemuan dengan Presiden Jokowi selama Satu Jam 20 Menit itu, usai bertemu Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartato, Rabu (1/3/2022) siang.

Baca Juga: Ramalan Shio Kelinci Februari 2023: Banyak Cuan yang Mendatangi Anda, Mundur Sedikit dan Lihatlah!

Surya Paloh menuturkan bahwa pertemuan berlangsung seperti biasanya dalam waktu yang relatif cukup lama yakni Satu Jam 20 Menit.

"Pertemuan dengan Bapak Presiden Jokowi itu memang ada dengan waktu yang relatif seperti biasanya," ujarnya.

"Cukup panjang waktunya kalau menurut saya bagi seorang Presiden. Satu jam dua puluh menit, " tandasnya.

Surya Paloh menilai tidak ada perubahan sikap dari Presiden Jokowi. Semua tetap aman sebagaimana komunikasi yang selama ini dibangun.

Baca Juga: Polisi Turun Tangan! Mantan Anggota DPRD Manggarai Timur Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Anak

"Secara lisan ga ada perintah dari Pak Joko Widodo untuk bertemu Golkar, " jelasnya.

Kendati demikian, kata Surya Paloh, pertemuan antar sesama Partai Koalisi Pemerintahan itu sangat penting untuk menciptakan suasana yang sejuk jelang Pemilu 2024.

"Pemerintahan yang kuat harus tetap menjaga empati dan nurani yang kuat demi kepentingan bangsa dan negara," ujarnya.

Baca Juga: Ramalan Shio Macan Bulan Februari 2023: Bakal Menjadi Sorotan Karena Hal Ini

Terkait isu reshuffle kabinet Indonesia Maju yang mengancam posisi dua Menteri dari NasDem, Surya Paloh menegaskan bahwa itu hak Prerogatif dari Presiden Jokowi.

"Masalah reshuffle itu sepenuhnya hak prerogatif Presiden. Kita harus bisa memahami sebagai proses untuk pematangan dan kematangan dalam berpolitik, " pungkasnya.***

Halaman:

Editor: Yance Jengamal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X