Nelayan Asal Malaka Hilang di Pantai Selatan

berbagi di:
Keluarga dari dua nelayang muda asal Malaka, Yasintus Nahak (Erik) dan Servasius Seran (Bet) yang hilang di Pantai Selatan, sedang menunggu di pesisir pantai tersebut, Minggu (26/7).

Keluarga dari dua nelan muda yang hilang di Pantai Selatan Malaka, yakni Yasintus Nahak (Erik) dan Servasius Seran (Bet), sedang menunggu di pesisir pantai tersebut, Minggu (26/7).

Wilfridus Wedi

DUA nelayan muda asal Beirasi, Desa Rabasa Haerain, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, yakni Yasintus Nahak (Erik) dan Servasius Seran (Bet) hilang di Pantai Selatan, Minggu (26/7).

Salah seorang pelaut yang juga teman korban, Salomo Seran kepada VN menyampaikan bahwa dirinya bersama Erik dan Bet serta tujuh pelaut lainnya pergi melaut pada Minggu (27/7) sekira pukul 04.00 Wita menggunakan perahu.

“Sekitar pukul 04.00 wita kami pergi melaut. Ada lima perahu yang kami gunakan satu perahu dua orang. Erik dan Bet satu perahu tapi sampai di tengah laut ombak besar dan mereka kembali lebih dulu sedangkan kami masih cari ikan di tengah laut,” jelasnya.

Saat kembali ke darat, jelas Salomo, hanya terlihat perahu yang sudah berada di bibir pantai sedangkan kedua pemuda tersebut tidak ada di tempat.

“Waktu, kami kembali ke darat sekitar pukul 07.00 Wita hanya terlihat perahu di bibir pantai sementara pukat yang dibawa Erik dan Bet juga tidak ada. Akhirnya kami tunggu hingga detik ini Erik dan Bet belum kembali,” jelas Salomo.

Pantauan VN hingga pukul 13.30, tim Tagana dari BPBD Malaka belum ada di lokasi. Hanya ada sanak keluarga dari Erik dan Bet bersama Kapolsek Malaka Barat, Iptu Iwayan Budhiasa, Camat Malaka Barat Efraim Bria Seran, Kepala Desa Rabasa Agustinus Nahak, sudah berada di pesisir Pantai Selatan.

Isak tangis keluarga tak terbendung menantikan kedua saudara mereka yang diduga hilang di lautan lepas. agar bisa menemukan korban tersebut.

Camat Malaka Barat, Efraim Bria Seran kepada VN mengatakan, dirinya sudah melakukan koordinasi dengan BPBD tetapi tidak direspons.

“Kita sudah kontak tapi tidak ada respons. Bagaimana mau kita mau cari sementara tidak ada fasilitas yang pendukung hanya perahu kecil saja yang di pinggir pantai. Kita mau pakai, ombak pantai selatan sangat ganas terpaksa kita hanya luntang-lantung di pinggir pantai saja,”ucapnya.

Kapolsek Malaka Barat, Iptu Iwayan Budhiasa menuturkan hal yang sama.

“Kita sudah lakukan koordinasi dengan Tim Tagana dari BPBD Malaka tapi belum datang ke lokasi. Jadi kita menunggu saja,” tukasnya. (yan/ol)