Niko Ladi kembali Dijerat Pidana Pencucian Uang

berbagi di:
ilustrasi-uang

 

Mutiara Malahere

 

 

 

 

Setelah diganjar hukuman 14 tahun penjara oleh hakim PN Kupang, Direktur Lembaga Keuangan Perbankan (LKP) Mitra Tiara, Niko Ladi kembali dijerat dengan kejahatan ikutan dari investasi bodong yang dilakukannya melalui Mitra Tiara itu. Ia diproses lagi sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU) senilai Rp 64 miliar.

 

Kasus pencucian uang oleh tersangka Niko Ladi itu ditangani tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda NTT. Bahkan berkas BAP tersangka Niko Ladi sudah dinyatakan lengkap oleh jaksa peneliti berkas.

 

Karena itu, Rabu (9/8) kemarin, penyidik melimpahkan kembali BAP, tersangka dan barang bukti ke Kejati NTT. Pantauan VN, tersangka Niko Kadi didampingi tim penyidik Aiptu John Blegur bersama penasehat hukum tersangka, Lorens Mega Man.

 

Aiptu John Blegur menjelaskan bahwa Niko Ladi kembali dijerat dengan kasus pencucian uang, hasil investasi bodong melalui LKP Mitra Tiara di Kabupaten Flores Timur.

 

Menurutnya, kasus pertama yang dikenakan kepada Niko Ladi adalah tindak pidana perbankan melalui serangkaian aksi penipuan yang merugikan sekitar 17.000 nasabah LKP Mitra Tiara. “Sedangkan yang sedang dalam proses saat ini adalah tindak pidana pencucian uang yang nilainya mencapai Rp 64 miliar,” jelas John Blegur.

 

Terkait kejahatan pencucian uang (money loundry) itu, penyidik sudah menyita sejumlah barang bukti, antara lain dua bidang tanah di Larantuka, satu unit mobil, rumah, serta beberapa barang bukti lainnya hasil dari pencucian uang yang dilakukan oleh tersangka Niko Ladi.

 

Niko Ladi dijerat dengan ancaman pidana Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara.

 

Penasehat hukum Niko Ladi, Lorens Mega Man mengatakan bahwa ia bersama kliennya menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan semua tuduhan akan dibuktikan di pengadilan.

 

“Kami tetap mengawal proses persidangan nanti yang dijadwalkan pada minggu depan. Kami tentu akan membuktikan kebenaran dari semua dugaan yang dituduhkan pada klien,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan kasus pencucian uang ini baru diproses saat ini karena harus menunggu kliennya mendapat putusan hukum tetap dari kasus terdahulu, yakni kejahatan perbankan.

 

“Ini kasus beda dengan yang terdahulu. Yang sekarang diproses ini adalah kasus pencucian uang, sedangkan kasus terdahulu itu kejahatan perbankan yang sudah ada putusan inkrah,” katanya.

 
Ditambahkannya bahwa kasus kejahatan pencurian uang yang dituduhkan kepada Niko Ladi masih berproses. “Ini kan masih dugaan sementara, dan melalui persidangan nanti akan terbukti benar atau tidaknya dakwaan jaksa,” pungkasnya.