Noldi Dima Dilimpahkan ke Jaksa

berbagi di:
ilustrasi dacing hukum

 

 

Maykal Umbu

Penyidik Unit Reskrim Polsek Oebobo melimpahkan tersangka Noldi Setani Dima alias Noldi (34) dan barang bukti perkara dugaan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Kapolsek Oebobo Kompol I Ketut Saba saat dikonfirmasi VN, Senin (26/8), mengatakan berkas perkara tersebut telah dilimpahkan ke JPU Kejari Kota Kupang siang tadi.

“Berkas perkaranya sudah lengkap atau P-21 untuk itu tim penyidik Polsek Oebobo langsung melimpahkan penanganan kasus itu ke Kejaksaan Negeri Kota Kupang. Penyerahan dilakukan tim penyidik Polsek Oebobo dan diterima di Kejaksaan Negeri Kota Kupang oleh jaksa Vian,” kata Kompol Saba.

Sebelumnya, Kapolsek Oebobo Kompol I Ketut Saba, mengatakan, kasus itu berawal dari korban bersama Agnes J Olivier dan kedua anak korban menuju ke rumah tersangka untuk mengambil barang-barang, Selasa (25/6).
Sesampainya di rumah tersangka, pintu rumah tersangka terkunci, namun saat itu korban juga memiliki kunci rumah tersebut. Setelah itu, korban langsung membuka pintu dan masuk dalam rumah diikuti kedua anak korban untuk membantu korban mengangkat pakaian dan barang lainnya.

Namun, ketika Agnes J Olivier dan kedua anak korban mengakat barang-barang dan pakaian tersebut, untuk dinaikan ke atas mobil, tersangka datang dan langsung menghampiri korban serta berkata “jangan ada satu barang pun yang keluar dari rumah ini” korban menjawab “beta ambil beta pu barang”.

Kemudian, tersangka langsung meremas mulut korban dan menarik kerah baju korban sampai keluar rumah dan membanting korban ke lantai menggunakan tangan kanan tersangka.

Ketika korban tergeletak di lantai, kakak tersangka langsung berkata “lu pung mau to”, kemudian korban menjawab jangan ikut campur, karena korban berkata demikian, tersangka mencoba memukul korban namun ditahan oleh ayah tersangka. Ketika ayah tersangka menahan tersangka, korban langsung berdiri dan pergi meninggalkan rumah tersangka, dengan berjalan kaki dan diikuti oleh kedua anak tersangka.

Kompol I Ketut Saba, mengatakan, akibat dari kejadian tersebut, korban mengalami luka goresan pada betis kaki sebelah kiri, luka pada kelingking kaki kanan dan memar kebiruan pada punggung kiri. Atas kejadian tersebut korban datang ke polsek dan melaporkan kejadian tersebut.

Setelah itu, korban bersama saksi kemudian melaporkan tersangka ke Polsek Oebobo. Sesuai dengan laporan polisi Nomor LP/B/92/VI/2019/Sektor Oebobo tanggal 25 Juni, tersangka langsung ditangkap di rumahnya.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 44 ayat 1 undang undang KDRT nomor 23 tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan ancaman hukuman penjara selama lima tahun. (mg-21/R-2)