“Nongkrong” Sambil Menikmati Malam Di Bundaran Tirosa

berbagi di:
img-20191108-wa0027

Suasan malam hari di sekitar Patung Tirosa Kupang, Jumat (8/11). Foto: Putra Bali Mula/VN

 

 

Putra Bali Mula

Bundaran Patung Tirosa Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur kini menjadi salah satu spot nongkrong yang digemari kaum milenial Kota Kupang setiap malamnya.

Usai direnovasi Pemerintah Kota Kupang pada Maret lalu, sontal pemandangan di area bundaran tersebut sangat berubah dan terkesan lebih hidup daripada sebelumnya.

Patung Tirosa yang megah kini  lengkap dengan motif khas daerah serta cahaya lampu di malam hari. Sementara enam titik kumpul di sekitar bundaran pun ramai  sebab menjadi tempat nongkrong anak muda yang selalu datang berjubel, baik dengan sesma teman, anggota komunitas, maupun pasangan.

Memang, setelah direnovasi area itu pun menjadi tempat berjualan para penjaja kopi mulai matahari terbenam hingga subuh dini hari. Ada sekitar enam penjaja kopi di masing-masing spot sekitar Bundaran Patung Tirosa. Lokasi tersebut selalu ramai setiap malam. Para pengunjung yang datang rela duduk lesehan sambil menikmati kopi dan menikmati suasana kota atau bercengkrama.

img-20191108-wa0028

Selain hilir mudik kendaraan, Bundaran Patung Tirosa yang kini digandrungi para milenial berubah menjadi wajah Kota Kupang yang baru.

Tria, salah satu pembeli kopi yang ditemui VN saat itu mengaku area terbuka tersebut sudah ia kunjungi bersama teman-temannya berkali-kali. Menurutnya, tempat itu selalu ramai sehingga ia tidak takut nongkrong sampai larut malam.

Selain itu, kopi yang dijual di sekitar area tersebut memiliki banyak varian dan terjangkau mulai dari harga Rp 5 ribuan.

“Paling nyaman ya di sini. Selain murah kan banyak orang, di tengah kota, apalagi di tempat terbuka, jadi kita mau datang ramai-ramai juga aman, bebas juga bisa main gitar dan lain-lain,” ujarnya.

Tria yang ditemui di area yang berdampingan dengan Hypermart ini juga menyoroti soal kebersihan. Ia menilai kebersihan di area tersebut selalu dijaga baik oleh para petugas kebersihan maupun para penjual kopi sehingga anak-anak muda betah nongkrong berlama-lama.

img-20191108-wa0026

“Kalau sudah bersih kan kita juga segan kasih kotor,” ungkapnya gadis asal Kelurahan Sikumana ini.

Ari, salah satu warga Kota Kupang yang juga sudah bekerja pun mengaku muda-mudi terutama milenial membutuhkan titik-titik kumpul seperti ini.

Menurutnya, seluruh penjual kopi di ruang publik sekitar Bundaran Patung Tirosa ini adalah anak muda sehingga perlu diapresiasi oleh Pemerintah Kota Kupang maupun masyarakat.

“Tanda positif bagi Kota Kupang menurut saya karena dominan yang jual kopi ini anak-anak muda semua, yang datang juga anak-anak muda, ada yang nongkrong, ada bisa berekspresi. Saya kira ini trend yang baik karena selama ini kesannya positif,” jabarnya.

Ari berharap Pemerintah Kota Kupang dapat menambah tanaman hijau dan memperbaiki lampu-lampu yang padam di sekitar area tersebut.

Ia juga ingin agar pembangunan taman-taman yang sedang digalakkan saat ini memberikan dampak yang sama dan tidak ditelantarkan seperti Taman Nostalgia (Tamnos).

“Iya memang masih ramai di Tamnos tapi kebanyakan orang pacaran di gelap-gelap, lampu-lampu rusak, lantai juga rusak. Jadi kalau mau ada taman lagi lebih baik dipantau dan dijaga,” harapnya. (bev/ol)