NTT Bangun Monumen Garuda Pancasila

berbagi di:

Polce Siga

 

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) akan membangun Monumen Garuda Pancasila di Desa Nitneo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, NTT. Pembangunan monumen tersebut untuk menyatakan kepada seluruh dunia bahwa Pancasila lahir di Bumi NTT. Artinya, NTT adalah rumah Pancasila dan selalu menjunjung tinggi keberagaman dan persatuan.

Untuk mewujudkan pembangunan monumen tersebut, FPK menggelar penggalangan dana di aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Sabtu (13/6) malam.

Malam penggalangan dana dihadiri berbagai kalangan, baik pengusaha, politisi, pejabat BUMN/BUMD, pers, dan sejumlah undangan lain.

Dana yang terkumpul sebanyak Rp 500 juta yang merupakan sumbangan sukarela dari berbagai pihak yang hahdir malam itu. Sementara Keluarga Theodorus Widodo menyerahkan tanah seluas 5.000 meter persegi untuk menjadi lokasi pembangunan monumen tersebut.

Ketua FPK NTT Pius Rengka dalam sambutannya mengatakan ide pembangunan monumen tersebut sudah disetujui Gubernur Frans Lebu Raya. Monumen Garuda Pancasila harus dibangun di NTT  merupakan titik awal lahirnya Pancasila yakni di Kota Ende.

Selain membangun monumen tersebut, lanjut Pius, FPK NTT juga akan menggelar Seminar Nasional Kebangsaan yang rencananya akan dihadiri Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PBNU Haji Said Aqil Siroj pada Selasa (30/5) nanti.

Kepala Kesbangpol Provinsi NTT Sisilia Sona mengatakan, malam penggalangan dana tersebut wujud untuk menggugah hati agar bisa memberikan dukungan dalam pembangunan Monumen Garuda Pancasila.

“Malam ini, kami ingin menggugah Bapak Ibu sekalian untuk memberikan dukungan dalam bentuk partisipasi sumbangan, sehingga Monumen Garuda Pancasila bisa dibangun di Kupang,” kata Sisilia.

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya mengatakan ide pembangunan monumen tersebut diwujudkan pada momentum yang tepat, yakni di saat di mana Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara mengalami ujian.

Karena itu, dia meminta kepada semua undangan yang hadir pada malam penggalangan dana tersebut untuk memiliki komitmen yang sama untuk merealisasikan pembangunan monumen tersebut. Pihaknya berjanji akan mencari cara untuk mendanai pembangunan monumen tersebut, termasuk melalui APBD Provinsi NTT.

Pembangunan Monumen Garuda Pancasila, kata dia, untuk membangkitkan nilai Pancasila yang telah diajarkan oleh Bung Karno. NTT, lanjutnya, sudah berkomitmen untuk menolak semua yang bertentangan dengan ideologi Pancasila, termasuk ormas-ormas radikal seperti FPI, dan HTI yang mencoba menggantikan Pancasila dengan ideologi lain.

“Bagi saya ini gerakan dan sebuah kebangkitan. Kita harus tetap menjaga Pancasila dan NKRI,” ungkap Lebu Raya.

 

Garuda Separuh Badan

Pada malam penggalangan dana tersebut, juga dipaparkan detail desain bangunan Monumen Garuda Pancasila oleh perancang Yoseph Liem. Dikatakannya, di bagian depan monumen tertulis “Flobamora Rumah Pancasila”.  Burung Garuda tampak dengan sayap setengah terkepak, simbol bahwa Pancasila lahir di NTT.

Jika di daerah lain burung garuda tampak utuh, maka untuk Monumen Garuda Pancasila di NTT, hanya separuh badan saja. Hal ini mengadung filosofi bahwa Pancasila yang digunakan sebagai Dasar Negara NTT, lahir dari rahim bumi NTT (ketika Soekarno diasingkan di Kota Ende).

“Kepak sayap Burung Garuda hanya setengah karena masih memeluk perisai lima sila dan baru keluar dari perut bumi NTT. Jadi separuh badannya masih terkubur dalam tanah,” ujar Yoseph Liem yang juga adalah pemenang disign Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT di Jalan El Tari, Kupang tersebut.

VN/NAHOR FATBANU

KELUARGA WIDODO: Pengusaha Kota Kupang Theodorus Widodo didampingi istri, putranya dr Kristian Widodo, menantu, dan cucu, didaulat untuk tampil di podium pada acara penggalangan dana pembangunan monumen Garuda Pancasila, di aula Rumah Jabatan Gubernur, tadi malam.