NTT belum Merdeka dari Trafficking

berbagi di:
foto-hal-01-wagub-ntt-josef-nae-soi-memukul-gong-saat-pembukaan-pameran-pembangunan-di-kawasan-wisata-pantai-lasianaota-kupang-rabu-14-8-nahor-2

Wagub Josef Nae Soi didampingi Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno, Sekda NTT Ben Polo Maing dan unsur Forkopimda NTT, memukul gong sebagai membuka Pameran Pembangunan Tingkat Provinsi NTT di Pantai Lasiana, Kupang, Rabu (14/8) malam. Foto: Nahor Fatbanu/VN

 

 
Makna kemerdekaan bukan hanya sebatas bebas dari penjajahan bangsa lain tetapi bebas pula dari keterbelakangan dan berbagai persoalan sosial ekonomi. Khusus NTT, provinsi ini masih menyandang predikat terkorup, belum bebas dari trafficking, stunting dan rendahnya kualitas pendidikan.

Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi (JNS) menegaskan itu dalam sambutannya pada pembukaan Pameran Pembangunan Tingkat Peovinsi NTT di Pantai Lasiana, Kupang, tadi malam.

“Kita sudah bebas dari penjajah, tetapi kita belum bebas dari penjajahan diri sendiri yang saat ini melilit bangsa seperti korupsi, stunting, trafficking aksesibiliti yang rendah, kualitas pendidikan rendah dan masih banyak lagi,” ujarnya.

Dia berharap kemerdekaan RI ke 74 ini semua insan bisa merefleksikan diri, apa yang telah diperbuat untuk kemajuan diri, daerah dan bangsa.

“Kita harus merefleksikan apa yang telah kita sudah perbuat. Kemerdekaan harus dari diri sendiri,” ujarnya.

Ia menegaskan dalam pembukaan UUD 1945 telah disebutkan mengenai tujuan kemerdekaan yakni memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan keadilan sosial. Namun, realitas menunjukkan lain. NTT termasuk daerah terkorup keempat secara nasional, belum lagi masalah human trafficking, stunting, keterbelakangan pendidikan dan masih banyak lagi.

“Semua itu menjadi cambuk untuk memotivasi kita untuk bangkit menuju NTT sejahtera. Kami ajak masyarakat dari seluruh tingkatan, mari kita bersama membangun NTT dengan visi mari kita bangkit, kita sejahtera,” tegasnya. (mg-18/D-1)