NTT Capai Angka Sembuh Tertinggi Covid-19

berbagi di:
PEMAKAMAN JENAZAH: Seorang pasien probable atau terduga Covid-19 di Kabupaten Sikka yang meninggal dunia, kemarin, jenazahnya dimakamkan seturut protokol penanganan Covid-19. Jenazah dimakamkan di Watubala, Kecamatan Waigete, Selasa (21/7) siang.

Hingga kemarin, sudah delapan kabupaten di NTT terbebas dari Covid-19. Kedelapan kabupaten tersebut adalah Kabupaten Kupang, Nagekeo, Sikka, Sumba Timur, Rote Ndao, TTS, Ende dan Flores Timur.

 

Yunus Atabara

UNTUK pertama kalinya, NTT mencapai angka kesembuhan tertinggi pada Selasa (21/7), yakni delapan pasien Covid-19 dinyatakan sembuh. Enam pasien berasal dari Kabupaten Sikka (Klaster Magetan), satu dari Manggarai Barat (Klaster Magetan) dan satu dari Kabupaten Kupang (Klaster Palembang).
Dengan sembuhnya delapan pasien, kemarin, maka ada delapan dari 14 kabupaten/kota yang terbebas dari Covid-19. Secara keseluruhan jumlah pasien yang sudah sembuh sebanyak 118 orang dari total 137 kasus. Dari total kasus Covid-19 ini, satu orang meninggal dunia sehingga pasien yang masih menjalani perawatan saat ini tinggal 18 orang, tersebar di lima kabupaten dan satu kota.
“Ini kabar baik, karena hari ini (kemarin) delapan orang sembuh, dan merupakan kesembuhan tertinggi sejak Covid-19 melanda NTT pada Maret lalu,” ungkap Sekretaris Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 NTT drg Domi Minggu Mere, Selasa (21/7) kemarin.
Dijelaskannya, sesuai hasil pemeriksaan 22 sampel swab di laboratorium RSUD WZ Johannes, maupun laboratorium TCM (Tes Cepat Molekuler) di RSUD TC Hillers Maumere, tidak ada kasus baru.
“Tiga daerah ini pun langsung terbebas dari Covid-19. Sebelumnya sudah lima kabupaten yang terbebas yakni Sumba Timur, Rote Ndao, TTS, Ende, dan Flores Timur,” bebernya.

Pasien Probable Sikka
Dari Kabupaten Sikka dilaporkan, KNP (35) seorang pasien dengan kasus probable dimakamkan sesuai protokoler covid-19. Segala biaya pemakaman ditanggung satgas covid-19 Sikka.
Kasus probable adalah seseorang yang masih suspek Covid-19 dengan bergejala Covid-19 ISPA berat, koma, hingga meninggal. Namun belum ada hasil yang menunjukkan statusnya, apakah ia berstatus positif atau negatif Covid-19.
“Setelah kita menjelaskan, keluarga menerima. Tapi keluarga minta agar dikuburkan di kampungnya. Tapi kuburnya radius 500 meter dari pemukiman warga dan sumber air,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Sikka Petrus Herlemus kepada VN Selasa (21/7).
KNP adalah warga Watubala, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, dan tiba dari Jakarta Rabu, 15 Juli lalu. Dibawa keluarga ke RSUD TC Hillers Maumere Senin (20/7) sore, meninggal setelah menjalani perawatan di ruang isolasi, pukul 05.30, Selasa (21/7) pagi.
Pantauan VN di rumah duka dan lokasi pemakaman di Watubala, Waigete, sekitar pukul 14.00 wita, pintu belakang ambulance dibuka untuk memberikan kesempatan kepada orangtua dan saudara almarhum memberikan penghormatan terakhir dari jarak 100 meter.
Di lokasi penguburan,keluarga menyaksikan dari jarak 100 meter karena tidak diperkenankan mendekat. Usai pemakaman, makam disemprot dengan disinfektan oleh petugas.

Gagal Ginjal
Kepala Desa Wairterang, Silvesmen yang ditemui VN di rumah duka di Watubala menjelaskan bahwa setelah tamat SMK Bina Maritim di Maumere, KNP melanjutkan kuliahnya di salah Perguruan Tinggi di Jakarta.
“Waktu masih di SMK prakteknya di Jalarta. Setelah tamat dia kuliah di Jakarta, sambil kerja menjadi security perumahan. Dia baru pulang hari Rabu lalu karena sakit,” kata Silvesmen.
Informasi dari keluarga, kata Silvesmen, KNP di Jakarta menderita sakit gagal ginjal. Bahkan pernah menjalani operasi dan masuk keluar rumah sakit dan sudah pernah menjalani cuci darah.
Di Jakarta almarhum pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Sint Carolus, Rumah Sakit UKI dan di Rumah Sakit PELNI, sebelum memutuskan untuk kembali ke Maumere. (mg-01/nus/D-1)