NTT Ikuti Event Wisata di Norwegia dan New Zealand

berbagi di:
Kepala Bappeda Provinsi NTT Wayan Darmawan

Kepala Dinas Pariwisata NTT, Wayan Darmawan

 

 

Stef Kosat

Beragam gebrakan dilakukan Pemprov melalui Dinas Pariwisata NTT untuk memajukan sektor pariwisata. Dalam waktu dekat, NTT akan mengikuti dua event wisata kelas dunia, yakni di Norwegia dan New Zealand.

Duta wisata NTT yang akan mengikuti event festival pariwisata di Norwegia akan dipimpin Gubernur NTT Viktor B Laiskodat yang berangkat pada Juni nanti, sedangkan yang ke New Zealand akan dipimpin Wakil Gubernur NTT Josef A Nae Soi.

“Selain itu, dengan dukungan dana dari APBN, Dinas Pariwisata NTT akan mengikuti event wisata di Inggris nantinya sebagai bentuk promosi wisata NTT,” jelas Wayan.

Demikian penjelasan Kepala Dinas Pariwisata NTT, Wayan Darmawan saat ditemui koran ini di ruang kerjanya, Rabu (22/5).

Kebijakan lainnya untuk memajukan sektor pariwisata NTT adalah menggandeng Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia Airlines dan Pemprov Jawa Timur (Jatim).

Garuda sebagai maskapai penerbangan nasional yang memiliki jaringan yang luas, ikut mempromosikan pariwisata NTT. Sementara kerjasama dengan Pemprov Jatim dimaksudkan agar wisatawan yang berkunjung di destinasi wisata di Jawa Timur, semisal Gunung Bromo, bisa “ditarik” untuk menikmari keunikan wisata di NTT.

Wayan menjelaskan pariwisata NTT dibangun sesuai karakteristik NTT.

“Kita membangun pariwisata daerah ini sesuai dengan branding kita yakni keunggulan atraksi berskala dunia yang paling banyak,” katanya.

Ke depan, lanjutnya, setiap festival wisata yang diadakan provinsi dan kabupaten/kota harus memiliki target, terutama soal berapa banyak wisatawan yang bisa datang pada setiap event.

Wayan mengaku sudah berkoordinasi dengan PT Garuda Indonesia agar melaui jaringannya akan melakukan komunikasi dengan semua komunitas masyarakat Diaspora NTT yang ada di seluruh Indonesia untuk berwisata ke NTT dan difasilitasi oleh Garuda.

Selain itu, Dinas Pariwisata NTT juga melakukan kerjasama antarprovinsi yakni dengan Pemprov Jawa Timur. Khususnya wisatawan yang sering mengunjungi Gunung Bromo, bisa akhirnya berkunjung juga ke NTT.
Untuk kepentingan promosi pariwisata NTT, lanjutnya, para mahasiswa NTT dimanapun berada diminta turut serta memperkenalkan keunggulan-keunggulan pariwisata NTT.

“Kami juga tentu bekerjasama dengan Dekranasda, yang telah berhasil mempopulerkan tenunan NTT ke masyarakat dunia untuk menumbuhkan industri kreatif yang pastinya mendukung pariwisata kita,” kata Wayan.

Kolaborasi kerjasama dengan Kementerian Pariwisata, juga dilakukan. Deputi Pemasaran II Kemenpar, Nia Niscaya baru-baru ini mengatakan bahwa pihaknya pun terus mempromosikan objek-objek wisata NTT di tingkat nasional maupun internasional.

“Boleh ‘searching’ atau ‘googling’ iklan-iklan kami di luar negeri pasti selalu ada komodonya. Bahkan iklan-iklan itu ditempelkan di bus-bus pariwisata di luar negeri. Selalu ada logo komodo di sana,” jelasnya.

Jika ada festival-festival budaya di daerah, maka segera dikomunikasikan agar pihaknya bisa membantu memasarkan, termasuk mendatangkan wisatawan asing. (mg-01/anc/R-2)