NTT Kembali Terima Jenazah TKW Ilegal

berbagi di:
Ketua DPW NasDem Provinsi NTT Irjen Pol (Purn) Jacki Uly menjemput jenazah TKW yang dikirim dari Malaysia. Tampak Jacki Uly yang juga cagub NTT dari NasDem berdoa bersama setelah jenazah dimasukkan dalam mobil ambulans di Terminal Kargo Bandara El Tari-Kupang, tadi malam.

Ketua DPW NasDem Provinsi NTT Irjen Pol (Purn) Jacki Uly menjemput jenazah TKW yang dikirim dari Malaysia tadi malam.

 
Ryan Tapehen

Provinsi NTT kembali menerima jenazah TKW yang dikirim dari Malaysia. Kali ini, jenazah TKW yang dikirim dari Malaysia itu bernama Sofia, warga Desa Laob, Kecamatan Polen, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Sofia diketahui merupakan TKW ilegal. Beberapa item identitas korban dipalsukan. Sofia meninggal dunia di Serawak pada 11 September 2017.

Peti jenazah tiba di Bandara El Tari-Kupang, Senin (9/10) pukul 21.00 Wita.

Jenasah tiba di Kupang setelah dua hari perjalanan dari Serawak ke Pontianak menggunakan jalan darat. Sementara dari Pontianak, Kalimantan Barat jenazah diterbangkan ke Surabaya untuk selanjutnya menuju Kupang dan tiba tadi malam.

Tampak di Terminal Kargo Bandara El Tari, tadi malam, kerabat korban, termasuk anak kandung korban, Frengki Mela ikut menjemput kedatangan jenazah.

Kepada wartawan Frengki mengatakan ia mengetahui ibunya meninggal dunia setelah salah seorang teman ibunya di Serawak mengirim pesan via facebook.

“Dia inbox saya bilang, apakah kamu tahu pasal ibu kamu?” ucapnya menirukan pesan yang dikirimkan teman ibunya.

Tidak puas menerima informasi itu, Frengki terus mencaritahu dan akhirnya mendapatkan kepastian ibunya sudah meninggal dunia di Serawak.

Menurut informasi yang ia dapat, lanjutnya, ibunya menderita penyakit hipertensi. Saat penyakitnya kambuh, korban langsung dilarikan ke rumah sakit setempat namun nyawanya tidak tertolong.

“Katanya pembuluh darah pecah,” ucap Frengki dengan raut wajah sedih.

Saat peti jenazah dikeluarkan dari gedung Kargo Bandara, Frengki terlihat meneteskan air mata.

Ia mengucapkan terima kasih kepada PIAR NTT, Ketua DPW NasDem NTT Jacki Uly yang juga cagub NTT dari NasDem, dan pihak BP3TKI Kupang yang telah membantu memfasilitasi pemulangan jenazah ibu tercinta.

Jacki Uly bahkan turut hadir bersama keluarga di Terminal Kargo Bandara menanti kedatangan jenazah TKW tersebut. Turut hadir Direktris PIAR NTT Sarah Lery Mboeik dan Conny Tiluata, juga dari PIAR NTT.

PIAR NTT, kata Sarah, ikut membantu pemulangan jenazah dengan menghubungi BP2NTKI di Jakarta.

“Di Malaysia itu punya protap sendiri kalau orang meninggal harus diautopsi, dan kendala lainnya yaitu administrasi yang cukup rumit baik di sana maupun di sini. Jadi, saya bantu kontak orang pusat supaya dipercepat urusan administrasinya,” ucapnya.

Menurut Sarah, Sofia pernah dua kali masuk Malaysia sebagai TKW. “Yang pertama pada tahun 2010 dan yang kedua 2014. Namun, kesannya data dirinya banyak yang tidak benar seperti tanggal lahinya diubah, alamatnya juga,” ujarnya.

Setiba di Bandara El Tari, jenazah dimasukkan ke dalam ambulans yang sudah disiapkan, didoakan dan langsung diantar ke kampung halamannya di Polen, TTS untuk dimakamkan.
50 Jenazah TKI Tahun 2017

Sebelumnya, Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Kupang, Tato Tirang kepada VN menjelaskan, dalam kurun tahun 2017, terdapat 50 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal NTT meninggal di negeri Jiran, Malaysia. Dari jumlah tersebut, 49 diantaranya TKI ilegal dan 1 orang TKI legal.

“Walaupun ilegal, tetapi proses pemulangan jenazah tetap kita fasilitasi. Biaya pemulangan jenazah itu kadang ditanggung oleh majikannya, kadang pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Dan’ sampai di Kupang kami jemput di Bandara El Tari untuk kemudian dikirimkan ke kampung halamannya,” tukas dia.

Semua yang dilakukan itu, menurut dia, sebagai bentuk tanggungjawab moral BP3TKI kepada warganya yang meninggal di luar negeri. “Jadi, kalau TKI bermasalah, baik yang hidup maupun yang mati tetap kami fasilitasi,” tukasnya.

Berdasarkan hasil falidasi data yang dilakukan BP3TKI Kupang sejak Agustus 2014, ditemukan 90 persen TKI yang dikirimkan ke luar negeri adalah ilegal atau tidak memiliki dokumen yang sah.