NTT Sabet Dua Gelar Juara Umum

berbagi di:
Johni Asadoma

Johni Asadoma

 

 

Kontingen Pemrov Pertina NTT sukses menyabet dua gelar juara umum dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Amatir Junior & Youth 2017 yang digelar di GOR Flobamora Oepoi, Kupang 1-7 Agustus. Kedua kategori itu adalah Youth Boys dan Youth Girl. Sedangkan kontingen Jawa Barat meraih juara umum kategori Junior Boys.
Atas keberhasilan tersebut kontingen NTT berhak atas piala Ketua Umum PB Pertina dan Ketua Pengprov Pertina NTT. Sementara kontingen Jawa Barat Alvionta Manoppo (Jawa Barat) mendapatkan Piala Pemimpin Umum Victory News sebagai petinju favorit.
Dari ketiga kategori itu, petinju-petinju NTT sukses meraih delapan medali emas, lima medali perak, dan satu medali perunggu. Diikuti Jawa Barat dengan empat emas, tiga perak, dan lima perunggu disusul Jawa Timur dengan empat medali emas, dua perak, dan satu perunggu. Sedangkan kontingen Sulsel sukses membawa pulang dua emas, satu perak, dan tujuh perungu.
Disaksikan VN, di partai final kedua yang mempertandingkan sembilan partai, kontingen NTT berhasil meraih empat medali emas lewat Saphira Glory Maniagala di kelas women 45 kg, Rany Krismayati Balu (women 48kg), Reindy Marcelino Oil (Youth Boys 52 kg), dan Soleman Panggat (youth boys 60kg).
Di partai antara Soleman Panggat menghadapi petinju DKI Jakarta Yudha Syahdewa terjadi insiden protes dari kubu DKI. Pelatih DKI sempat melakukan protes ke meja dewan/juri atas kekalahan petinju. Namun, setelah diberi penjelasan, kubu DKI akhirnya menerima.

 

Tetap Sportif
Ketua Pengprov Pertina NTT Samuel Haning saat penutupan acara memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada ke-17 kontingen peserta yang tetap menjaga sportivitas dalam pertandingan. Ia juga menegaskan bahwa dalam dunia olahraga tentu ada tim yang menang dan ada yang kalah. Kepada tim yang berhasil meraih prestasi diharapkan terus mengembangkan dan meningkatkan kemampuan. Sedangkan tim yang belum peroleh prestasi, diharapkan tidak berputus asa untuk terus berlatih karena kegagalan saat ini adalah keberhasilan yang tertunda.
Sebagai tuan rumah, ungkap Haning, tentu memiliki keterbatasan dan kekurangan. untuk itu, Haning tak lupa menyampaikan permohonan maaf jika masih ada kekurangan tuan rumah. “Sebagai tuan rumah, bukan medali emas yang diprioritaskan, namun lebih pada prestasi yang perlu ditingkatkan dalam menajukan olahraga tinju di NTT. Saya berharap, lewat kejuaraan ini pertina akan menghasilkan petinju-petinju handal yang dapat bersaing pada level internasional,” ungkapnya.
Ketua Panitia Kejurnas tinju David, berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT yang telah memberikan dukungan dalam penyelenggaraan kejuaraan nasional tinju. Kepada para sponsor dan semua pihak yang telah turut serta dalam membantu dan mendukung suksesnya kejurnas.
Ketua Umum PB Pertina Brigjen Pol Johni Asadoma kepada VN mengatakan, Kejurnas tinju kali ini dikhususkan untuk mencari bibit petinju Indonesia yang berkualitas yang nantinya akan berkompetisi pada tingkat ASEAN, Asia, dan dunia.
Selain menncari bibit atlit, tentu hal lain adalah ingin menyiapkan regenarasi petinju untuk menggantikan petinju senior yang saat ini masih naik ring.
“Saat ini atlit tinju Indonesia yunior dan youth prestasinya pada level Internasional masih belum mampu bersaing dengan petinju asing. petinju Indonesia belum menunjukan kualitas maksimal ketika berhadapan dengan petinju asing,” bebernya.
Untuk itu, menurut Johni, regenerasi petinju perlu dipersiapkan sejak dini dan dilakukan dengan serius oleh pemerintah provinsi agar kelak mampu bersaing dan bisa mengangkan nama Indonesia.
“Ini menjadi pekerjaan rumah semua pihak agar kemajuan olahraga tinju di Indonesia benar-benar bisa meningkat yang ditandai dengan hadirnya para atlit yang berprestasi,” katanya. (mg-11/H-2)