NTT Siap Pasok 180 Ribu Ton Garam

berbagi di:
viktor-laiskodat

 

 

Stef Kosat

Salah satu terobosan Pemprov NTT terkait dengan peningkatan produksi garam untuk memenuhi kebutuhan garam nasional, perlahan mulai menampakkan hasil. Khusus di kawasan Teluk Kupang, tahun ini produksi mencapai 180 ribu ton garam kristal yang menurut rencana akan dipanen Presiden Jokowi pada Agustus mendatang.

Rapat persiapan untuk panen garam oleh Presiden Jokowi itu dilakukan di ruang rapat Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), kemarin. Rapat yang dipandu langsung Gubernur VBL itu dihadiri tiga bupati di daratan Timor, yakni Bupati Kupang Korinus Masneno, Bupati Belu Willibrodus Lay, dan Bupati Malaka Stef Bria Seran.

VBL mengatakan, hasil dari rapat tersebut akan dilaporkannya ke Menteri Pertanahan Sofyan Djalal sebagai bukti keseriusan NTT memasok garam untuk kebutuhan garam nasional, serta persiapan penyambutan Presiden Jokowi, Agustus nanti untuk panen garam.

Pemprov atas rekomendasi Bupati Kupang telah memberikan hak pengguna lahan (HPL) kepada tiga perusahaan untuk menggenjot produksi garam di Teluk Kupang. Ketiga investor itu adalah PT Garam Indo Nasional (GIN), PT Garam Persero, dan PT Timor Livestock Lestari (TLL).

VBL meminta agar persiapan terus dimatangkan dan dibentuk tim untuk menanganinya. “Tim terseut harus bekerja bersama BPN karena kedatangan Presiden juga akan membagi sertifikat tanah kepada masyarakat. Sehingga tim persiapan harus kerja ekstra untuk memastikan semua hal yang berkaitan dengan agenda Presiden. Nama para penerima sertifikat tanah nanti koordinasinya dengan Pemkab Kupang,” jelas VBL.

Dia memberikan deadline kepada tim persiapan akhir Juni mendatang.

“Produksi garam progresnya seperti apa, nama para penerima sertifikat tanah sudah beres atau belum. Saya akan lapor ke Kementerian Pertanahan hari ini (kemarin). Jadi akhir Juni sudah harus dipastikan bahwa 800 hektare lahan garam itu sudah harus beres,” katanya.

Gubernur VBL juga menginstruksikan penyiapan jalur darat untuk dilalui Presiden Jokowi saat datang nanti. “Kita harus persiapkan jalan daratnya, siapa tahu Presiden ketika datang mau gunakan jalan darat. Tentunya kita juga siapkan helikopter dari TNI AD, tetapi kita harus jaga-jaga dengan persiapan jalan daratnya. Karena jalan ke lokasi lahan garam di Teluk Kupang itu juga belum ada jadi harus dibuat,” ujarnya.
Dengan sejumlah item yang harus dipersiapkan tersebut, VBL meminta Bupati Kupang Korinus Masneno dan jajaran serta BPN Provinsi dan Dinas PUPR Provinsi NTT agar tidak libur. “Nanti ada insentif khusus dari Gubernur,” ucap VBL.

“Supaya semua sudah beres saat hari panen. Karena kalau libur dan semua rencana besar ini meleset, maka semua akan berhadapan dengan Gubernur. Bagi sertifikat tanah itu biasa bagi Presiden. Tetapi beliau akan excited karena ia akan membagi sertifikat bagi masyarakat di lahan garam,” ujar VBL.

Gubernur mengaku sudah melapor kepada Presiden Jokowi bahwa masyarakat di lahan garam Teluk Kupang bisa memperoleh penghasilan setiap bulan mencapai Rp 15 juta. “Dan sebagai pengusaha tentunya saya juga telah menghitung,” ujar dia.

 
Akses Jalan
Sementara itu, Bupati Kupang Korinus Masneno pada kesempatan itu, mengatakan bahwa ada tiga perusahaan yang telah menggarap lahan garam di Teluk Kupang, yakni PT Garam Indo Nasional (GIN), PT Garam Persero, dan PT Timor Livestock Lestari (TLL).

Tetapi soal jalan, Bupati Korinus mengatakan tidak mempersiapkan anggaran jalan pada Tahun Anggaran 2019. Jadi ia meminta anggaran dari Pemprov NTT khususnya Dinas PUPR supaya membantu alat berat dan remah-remah angharan untuk dikeroyok bersama alat berat Pemkab Kupang karena waktunya mepet.

Pada saat itu juga, Gubernur VBL langsung perintahkan Dinas PUPR NTT untuk menyiapkan anggaran dan peralatan guna membuka jalan masuk ke lahan garam di Teluk Kupang. Korinus juga mengajak Bupati Malaka dan Belu untuk menjadi tuan rumah bersama saat kunjungan Presiden mendatang.

Sementara iu, Ketua Asosiasi Garam di Teluk Kupang Daniel Vadalin melaui pesan WhatsApp menyampaikan bahwa ada tiga perusahan garam yang sudah melakukan produksi garam di Teluk Kupang yakni PT GIN, PT Garam Sumatraco, dan PT TLL.

Vadalin mengatakan saat ini PT GIN telah melakukan produksi garam pada lahan 300 ha, Sumatraco garam juga melakukan produksi pada lahan seluas 300 ha. Sementara PT Timor Livetovk Lestari melakukan produksi garam pada lahan seluas 600 ha. Produksi garam dari ketiga perusahaan ini mampu menghasilkan 150 ton/ha dan karena itu tahun ini ketiga perusahaan itu diperkirakan mampu memproduksi 150 ribu ton garam kristal. (mg-01/R-2)