Masyarakat Adat Labolewa Ancam Blokir Lokasi Pembangunan Bendungan Lambo

- Senin, 10 Januari 2022 | 15:59 WIB
 Masyarakat Adat Labo, Lele dan Kawa di Desa Labolewa, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo saat menggelar aksi damai di halaman Kantor BPN Nagekeo, NTT Senin (10/1/2022). (Victory News/Bernad Sapu)
Masyarakat Adat Labo, Lele dan Kawa di Desa Labolewa, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo saat menggelar aksi damai di halaman Kantor BPN Nagekeo, NTT Senin (10/1/2022). (Victory News/Bernad Sapu)

MBAY, VICTORY NEWS - Masyarakat adat Labo Lele dan Kawa di Desa Labolewa, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT melakukan aksi damai di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Nagekeo, Senin (10/1/2022.


Aksi damai ini dipicu karena adanya ketidakjelasan data dalam pembangunan bendungan Lambo. Mereka mengancam akan memblokir lokasi pembangunan bendungan.

Salah seorang tokoh muda asal Desa Labolewa, Ferdinandus Dosa saat ditemui Victory News menyampaikan, ketidakjelasan data luas tanah dalam pembangunan Waduk Lambo. Kondisi mereka pertanyakan kepada pihak BPN Nagekeo dan Pemkab Nagekeo.

Baca Juga: Bupati Negekeo: Jangan Respons Penumpang Gelap Pembangunan Waduk Lambo

"Kesepakatan awal antara Pemkab Nagekeo bersama pihak BPN Nagekeo saat melakukan sosialisasi kepada kami masyarakat adat Labo, Lele dan Kawa itu luas lahan yang dibutuhkan seluas 413 ha, namun di tengah jalan ada penambahan lahan lagi seluas 847 ha. Hal ini yang kami nilai adanya mafia tanah yang dilakukan oleh pihak BPN Nagekeo bersama pihak Pemkab Nagekeo," tegasnya.

Ferdinandus mengatakan, aksi damai dan turun ke jalan, dikarenakan sudah berulang kali menyurati pihak BPN dan Pemkab Nagekeo untuk segera melakukan pengukuran kembali.

"Karena kami menduga ada yang tidak beres dalam pengukuran tanah yang dilakukan oleh pihak BPN bersama pihak BWS NT II. Pasalnya luas lahan yang telah disepakati bersama di Kantor Desa Labolewa tahun lalu luas lahan yang dibutuhkan sebesar 413. Bukan 847 ha," ujarnya.

Baca Juga: Dana Ganti Rugi Pembangunan Waduk Lambo Rp250 Miliar

Dia mengatakan, masyarakat adat Labo Lele dan Kawa pada dasarnya telah mendukung pembangunan Waduk Lambo, namun dengan adanya data luas lahan yang tidak jelas, maka pihaknya mendesak pemerintah daerah dan BPN serta Balai Wilayah Sungai (BWA) NT II untuk menghentikan dulu aktivitas pembangunan Waduk Lambo.

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Terkini

Maxi Wolor, Mantan Ketua AJI Palu Berpulang

Kamis, 27 Januari 2022 | 17:43 WIB

Gubernur NTT: Pelayanan Publik Harus Jadi Prioritas

Senin, 24 Januari 2022 | 19:48 WIB
X