Masyarakat Adat Nagekeo Ogah Berbenturan Dengan Polisi Soal Lokasi Bendungan Lambo

- Selasa, 11 Januari 2022 | 15:30 WIB
Kapolres Nagekeo AKBP, Agustinus Hendrik Fai
Kapolres Nagekeo AKBP, Agustinus Hendrik Fai

MBAY, VICTORY NEWS - Masyarakat adat Labo Lele dan Kawa di Desa Labolewa, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT ogah berbenturan dengan polisi terkait lokasi pembanguan Bendungan Lambo.

Urusan pembebasan lahan dan ganti rugi atas tanah masyarakat adat Labo Lele dan Kawa itu menjadi tugas pemerintah daerah dan BPN Nagekeo serta Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara (BWS NT) II.

Masyarakat adat setempat sama sekali tidak ingin berbenturan dengan aparat keamanan terkait pembebasan lokasi Bendungan Lambo.

Baca Juga: Masyarakat Adat Labolewa Ancam Blokir Lokasi Pembangunan Bendungan Lambo

Tokoh muda masyarakat adat Labo Lele dan Kawa Ferdinandus Dosa mengatakan, dari data yang sosialisasi awal luas lahan yang dibutuhkan seluas 413 ha, namun di tengah jalan ada penambahan lahan lagi seluas 847 ha.

"Sementara data yang disampaikan oleh pihak BPN Nagekeo dan BWS NT II sebesar 617,76 ha. Jadi ketidakjelasan data yang disajikan oleh Pemda Nagekeo dan pihak BPN Nagekeo ini yang kami meminta pihak Pemda Nagekeo dan pihak BPN Nagekeo untuk kembali duduk bersama," ungkapnya dalam orasi di kantor BPN Nagekeo, Senin (10/1/2022).

Baca Juga: Bupati Negekeo: Jangan Respons Penumpang Gelap Pembangunan Waduk Lambo

Ferdinandus mengatakan, masyarakat adat Labo Lele dan Kawa bukan menolak pembangunan, tetapi masyarakat yang mendukung akan hadirnya pembangunan Waduk Lambo.

Ia meminta, data yang disajikan harus jelas. Bukan data yang tidak jelas dan tumpang tindih seperti ini.

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Terkini

Maxi Wolor, Mantan Ketua AJI Palu Berpulang

Kamis, 27 Januari 2022 | 17:43 WIB

Gubernur NTT: Pelayanan Publik Harus Jadi Prioritas

Senin, 24 Januari 2022 | 19:48 WIB
X