Ada Indikasi Kerugian Negara Proyek Puskesmas Inbate, Lakmas Minta Jaksa Bidik Pejabat Terkait

- Kamis, 13 Januari 2022 | 16:02 WIB
Tampak belakang Puskemas Inbate, Kecamatan Bikomi Nilulat yang dikerjakan PT Jery Karya Utama tahun 2020. (Victory News/Gusty Amsikan)
Tampak belakang Puskemas Inbate, Kecamatan Bikomi Nilulat yang dikerjakan PT Jery Karya Utama tahun 2020. (Victory News/Gusty Amsikan)

KEFAMENANU, VICTORY NEWS - Direktur Lakmas Cendana Wangi NTT, Victor Emanuel Manbait, meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Timor Tengah Utara (TTU) segera meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan Puskesmas Inbate, Kecamatan Bikomi Nilulat yang dikerjakan PT Jery Karya Utama tahun 2020.

Pertanggungjawaban tidak hanya dari pihak rekanan, tetapi juga para pejabat terkait seperti Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), PPK dan Konsultan Pengawas .

Pasalnya, seluruh pekerjaan mayor dalam pembangunan Puskesmas Inbate mengalami kerusakan beberapa saat setelah PHO. Bahkan, kerugian negara untuk pekerjaan ACP sendiri dengan nilai kerja lebih mencapai Rp1,1 miliar rupiah.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Puskesmas Inbate, Kajari TTU: Naik ke Tahap Penyidikan

Penegasan itu disampaikan Manbait saat diwawancarai Victory News, Kamis (13/1/2021) di Kefamenanu.

Manbait mengatakan, sesuai hasil investigasi pihaknya terhadap proyek Puskesmas Inbate, kerusakan hampir pada seluruh pekerjaan mayor. Ironisnya, kerusakan terjadi beberapa saat setelah proses PHO.

Hal tersebut bukan sekadar kelalaian dari pihak ketiga dalam menjamin kualitas mutu proyek yang dikerjakan, melainkan sudah merupakan niat jahat dari pengusaha untuk merampok uang negara.

Baca Juga: Kasus Puskesmas Inbate TTU, Kontraktor Mengaku Sudah Perbaiki Semua Kerusakan

Pengusaha dengan sengaja mengerjakan projek itu tidak sesuai dengan spek yangn seharunya atas pekerjaan ACP seluruh bagian atas gedung. Kuat dugaan, hal tersebut terjadi karena adanya keterlibatan pihak-pihak lain yang memiliki peranan penting dalam pelaksanaan proyek tersebut.

"Bayangkan saja nilai pekerjaan ACP itu sekitar Rp2 miliar sementara penghitungan kerugian pekerjaannya sekitar Rp1,1 miliar. Pekerjaan ACP itu seharusnya dilakukan per dua meter, tetapi dilakukan dengan menggunakan ACP sepanjang 4 meter," katanya.

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Terkini

X