Miris, Tak Ada Anggaran Dua Kapal Bantuan Kementrian PDT untuk Sikka Mubasir

- Kamis, 13 Januari 2022 | 18:05 WIB
Dua kapal bantuan Kementrian PDT tahun anggaran 2015 yang berlabuh di Pelra Wuring Rabu (12/1/2022) siang. (Yunus Atabara)
Dua kapal bantuan Kementrian PDT tahun anggaran 2015 yang berlabuh di Pelra Wuring Rabu (12/1/2022) siang. (Yunus Atabara)

MAUMERE,VICTORY NEWS -Dua unit kapal bantuan dari Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu, Kementrian Desa Pengembangan Daerah tertinggal dan Transmigrasi (KPDTT) tahun anggaran 2015 untuk Kabupaten Sikka mubasir.

Kapal sudah tidak beroperasi sejak tahun 2018 atau empat tahun karena tak ada anggaran untuk operasional dan perawatan.

"Kapal itu sangat besar dan dana terbatas," ujar Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sikka, Us Minggo kepada Victory News, Kamis (13/1).

Baca Juga: Miris, Dua Kapal Bantuan Kementrian PDT dan Transmigrasi di Sikka Mubasir

Menurut Us, nahkoda kapal tersebut juga harus memiliki lisensi. 

"Untuk nahkoda harus yang memiliki lisensi ANT. Banyak yang melamar tetapi karena gaji UMR orang tidak mau lagi," kata Us Minggo

Sedangkan untuk k biaya perawatan cukup besar. Salah satu contoh kata Us Minggo bahwa pada saat hidrolik kapal penumpang rusak, untuk satu hydrolik seharga Rp 20 juta.

Baca Juga: Semua Korban Tabrakan Beruntun di Jalan Timor Raya Ditanggung PT Jasa Raharja

Sedangkan BBM untuk sekali berlayar dari Pelabuhan L Saya Maumere menuju Pelabuhan Karica Pulau Palue membutuhkan 800 lita bensin. Kondisi itu tidak seimbang dengan pemasukan.

Halaman:

Editor: Beverly Rambu

Tags

Terkini

Maxi Wolor, Mantan Ketua AJI Palu Berpulang

Kamis, 27 Januari 2022 | 17:43 WIB

Gubernur NTT: Pelayanan Publik Harus Jadi Prioritas

Senin, 24 Januari 2022 | 19:48 WIB
X