Petani Biboki Alami Kelangkaan Pupuk, DN Bebas Jual Pupuk Subsidi dengan Harga Mencekik

- Selasa, 18 Januari 2022 | 11:31 WIB
Penimbunan pupuk bersubsidi di salah satu rumah warga di Desa Tualene, Kecamatan Biboki Utara, TTU, NTT. (Gusty Amsikan/vn)
Penimbunan pupuk bersubsidi di salah satu rumah warga di Desa Tualene, Kecamatan Biboki Utara, TTU, NTT. (Gusty Amsikan/vn)

KEFAMENANU,VICTORY NEWS-Gerakan Rakyat Peduli Demokrasi dan Keadilan (Garda) TTU, meminta aparat Polres TTU membongkar mafia penjualan pupuk bersubsidi di Desa Tualene, Kecamatan Biboki Utara, TTU, Provinsi NTT.

Pasalnya, Pupuk bersubsidi jenis urea dan NPK dijual ke masyarakat dengan harga tinggi, sementara petani selama ini keluhkan kelangkaan pupuk.

Pupuk Urea dijual dengan harga Rp225.000/karung. Padahal, pupuk bersubsidi jenis urea seharusnya dijual dengan harga Rp115.000 sementara pupuk jenis NPK Rp112.500 per karung.

Baca Juga: Cetak Rekor Gol Sepanjang Masa Bersama Timnas, CR7 Dapat Pengakuan Istimewa FIFA

Hal tersebut ditegaskan Ketua Garda TTU, Paulus Modok, kepada Victory News, Selasa (18/1/2022).

Paulus mengaku mendapatkan informasi mafia penjualan pupuk bersubsidi yang dijalankan seorang warga biasa berinisial DN yang kini beralih profesi menjadi pengusaha pupuk, di Desa Tualene, Kecamatan Biboki Utara, TTU, Provinsi NTT.

Paulus mempertanyakan sumber pupuk subsidi yang dijual DN dengan harga tinggi. Lebih anehnya lagi, label karung yang digunakan adalah pupuk ZA, namun isi dalamnya adalah pupuk NPK.

Baca Juga: Angka 13 dan Parona Baroro, Sisi lain Terbakarnya Kampung Adat di Sumba

"Kok bisa seperti ini? Ini jelas mafia untuk melakukan penipuan kepada masyarakat dengan jual lagi dengan harga yang tinggi. Dan kemungkinan besar ada penimbunan pupuk subsidi oleh orang tertentu,"Ungkap Paulus.

Paulus menyayangkan adanya mafia pupuk yang dilakukan DN. Sebab, di musim tanam tahun ini pupuk subsidi cukup langka. Ia berharap aparat kepolisian Polres TTU segera menindak tegas DN yang menjual pupuk subsidi dengan harga tinggi tersebut.

Baca Juga: BMKG NTT Mewanti-wanti Masyarakat, Waspadai Tanah Longsor, Banjir, dan Pohon Tumbang

Halaman:

Editor: Yance Jengamal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X