Tahun 2022, Kuota Pengirim Sapi Dari TTS Berkurang 2.750 ekor

- Selasa, 25 Januari 2022 | 11:19 WIB
 Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Kupang. Foto : Victory News/Nahor Fatbanu.
Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Kupang. Foto : Victory News/Nahor Fatbanu.

SOE, VICTORY NEWS - Meskipun belum ada Surat Keputusan (SK) Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat tentang kuota pengiriman sapi, namun usulan kuota pengiriman sapi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) tahun 2022 berkurang dari kuota 2021.

"Tahun 2021 itu dari Kabupaten TTS mengirim 17.750 ekor sapi. Sedangkan, tahun 2022 diusulkan hanya 15 ribu ekor (berkurang 2.750) sapi yang akan dikirim tetapi masih menunggu SK Gubernur NTT,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten TTS, Dianar AS Ati kepada Victory News di ruang kerjanya, Selasa (25/1/2022).

Baca Juga: Kontraktor Kembalikan Uang Kerugian Negara, Kajari TTU: Proses Hukum Tetap Lanjut

Dianar Ati mengatakan, usulan kuota pengiriman sapi dari TTS akan ditandatangani Bupati TTS, Egusem Piether Tahun. Kemudian, diusulkan ke provinsi untuk diterbitkan SK oleh Gubernur NTT .

"Namun, akan ada pertimbangan dari Dinas Peternakan Provinsi NTT. Apakah menyetujui usulan 15 ribu ekor sapi atau dikurangi belum dipastikan, sebab SK Gubernur NTT belum ada," katanya.

Dia mengatakan, pengiriman ternak sapi dikurangi karena ada pengeluhan dari penjagal (penyembelih sapi) sapi di TTS. Jika, semua sapi jantan dibawa keluar dari TTS maka usaha mereka macet.

Baca Juga: Ancam Bunuh Pakai Parang, Yusak Langga Dibawa ke Rutan Klas IIB Kupang

Sebab, sapi betina dilarang untuk potong, sehingga membuat sejumlah penjagal di TTS mengeluh karena kuota pengiriman sapi dari TTS dikurangi.

“Kami kurangi kuota pengiriman karena penjagal sulit mendapat sapi jantan untuk potong. Sebab, dilarang untuk potong sapi betina,” kata dia. ***

 

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Terkini

X