Berkurang Akibat Seroja, Lahan Sawah Produksi Kabupaten Kupang Tinggal 9.000 Hektare

- Kamis, 27 Januari 2022 | 19:45 WIB
Bupati Kupang Korinus Masneno memanen padi di lahan persawahan Desa Noelmina, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, beberapa waktu lalu.  (VN/ALFRED OTU)
Bupati Kupang Korinus Masneno memanen padi di lahan persawahan Desa Noelmina, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, beberapa waktu lalu. (VN/ALFRED OTU)

OELAMASI, VIKTORY NEWS - Para petani Kabupaten Kupang hanya mengelola 9.000 hektare (ha) dari 18.000 ha hingga 19.000 ha luas lahan sawah produksi yang ada di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Berkurangnya luas lahan itu akibat tergerus banjir saat badai seroja.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Kupang Amin Juariah mengatakan hal itu di Oelamasi, Kabupaten Kupang, Kamis (26/1/2022).

Baca Juga: Bantuan PKH Tahun Ini Sasar 11.447 Keluarga di Kota Kupang

Menurutnya, pada tahun 2019, dalam program Upaya Khusus (Upsus), Kabupaten Kupang masuk dalam urutan tiga luas lahan sawah produksi di NTT.

Selain luas lahan, pengelolaan sawah produksi di Kabupaten Kupang juga terkendala pupuk.

Baca Juga: Warga Malas Bekerja, Gubernur Laiskodat : Kalau Tidak Mau Hidup Pegang Buang di Laut Kasih Makan Buaya Saja

Stok pupuk bersubsidi masih sangat kurang. Sementara untuk mendapatkan pupuk non subsidi para petani harus membeli dengan harga Rp15.000 per kilogram.

Padahal, sebelumnya para petani mendapatkan pupuk dengan harga Rp3.500 per kilogram.

Halaman:

Editor: Paschal Seran

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X