Bangun 906 KM Jalan Provinsi, Kadis PUPR NTT Minta Masyarakat Kembangkan Potensi Daerah

- Jumat, 28 Januari 2022 | 10:59 WIB
 Kepala Dinas Pekerjaan dan Perumahan Rakyat (PUPR) NTT Maksi Nenabu dalam acara Victory Talk yang dimoderatori Redaktur Victory News, Beverly Rambu, di kantor Redaksi Victory News Jalan CHR Mooy Nomor 17 A Kupang, Jumat, (28/1/2022) siang.
Kepala Dinas Pekerjaan dan Perumahan Rakyat (PUPR) NTT Maksi Nenabu dalam acara Victory Talk yang dimoderatori Redaktur Victory News, Beverly Rambu, di kantor Redaksi Victory News Jalan CHR Mooy Nomor 17 A Kupang, Jumat, (28/1/2022) siang.

KUPANG, VICTORY NEWS - Masyarakat di seluruh pelosok Provinsi NTT harus aktif dalam mengelola dan mengembangkan potensi daerah dari berbagai bidang.

Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTT sudah membuka akses jalan secara luas untuk memudahkan masyarakat dalam memasarkan hasil pertanian dan peternakan.

Permintaan ini disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan dan Perumahan Rakyat (PUPR) NTT Maksi Nenabu dalam acara Victory Talk, Jumat, (28/1/2022) siang di kantor Redaksi Victory News Jalan CHR Mooy Nomor 17 A Kupang.

Baca Juga: Dibangun Senilai Rp12,6 Miliar, Gedung Jamkrida NTT Didesain Perpaduan Moko dan Suku Helong

Dalam acara Victory Talk yang dimoderatori Redaktur Victory News, Beverly Rambu, Maksi menjelaskan, Pemrov NTT melalui Dinas PUPR sudah membangun 906 kilometer jalan provinsi yang rusak parah dalam jangka waktu dua tahun.

"Total panjang jalan provinsi 2.650 KM, kondisi jalan yang rusak berat dan rusak ringan pada tahun 2019 sepanjang 906,12 KM dan pada tahun 2020 telah dikerjakan sepanjang 365,03 KM," katanya.

Kemudian, pada tahun 2021 sedang dikerjakan sepanjang 585,38 KM dengan skema penganggaran yaitu Pinjaman PT SMI dan pinjaman Bank NTT, Pemberian Hibah Jalan Daerah, Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus.

Baca Juga: Kasus Dugaan Korupsi Tanah Pemkot Kupang, Kuasa Hukum Thomas More Nilai Putusan MA Tidak Adil

Proses pembangunan jalan provinsi di NTT yang menggunakan dana pinjaman PT SMI itu dilakukan dengan pendekatan konstruksi yakni dengan Hot Rolled Sheet (HRS) atau jenis campuran beraspal yang menggunakan agregat bergradasi sedang, dan teknologi grading operation (GO).

Menurut Maxi, masyarakat harus memanfaatkan peluang itu untuk memasarkan hasil produk pertanian maupun peternakan.

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Terkini

X