Tokoh Agama NTT dengan BKKBN Sepakat Berantas Stunting

- Jumat, 18 Februari 2022 | 19:08 WIB
Uskup Agung Kupang Mgr Petrus Turang dan Kepala Perwakilan BKKBN Marianus Mau Kuru menunjukkan MoU yang sudah ditandatangani di Hotel Sylvia Kupang, Jumat (18/2/2022). (victorynews.id/Paschal Seran)
Uskup Agung Kupang Mgr Petrus Turang dan Kepala Perwakilan BKKBN Marianus Mau Kuru menunjukkan MoU yang sudah ditandatangani di Hotel Sylvia Kupang, Jumat (18/2/2022). (victorynews.id/Paschal Seran)

KUPANG, VICTORYNEWS - Para Tokoh Agama di NTT sepakat dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan NTT untuk secara bersama memberantas Stunting di NTT.

Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Hotel Sylvia Kupang, Jumah (18/2/2022).

Baca Juga: Mgr Petrus Turang Mengundurkan Diri, Paus akan Pilih Uskup Agung Kupang yang Baru

Para Tokoh Agama yang menandatangani MoU itu adalah Uskup Agung Kupang Mgr Petrus Turang, Ketua Ketua Persatuan Umat Budha Indonesia (Permabudhi) Provinsi NTT Indra Effendy.

Ketua Sinode GMIT yang diwakili oleh Ketua Unit Bencana Siode GMIT Pendeta Ina Ngefa Bara Pa, Ketua Parisada Hindu Dharma NTT yang diwakili oleh dr Ari Wijana, dan Ketua MUI NTT yang Sekretaris bidang dakwah MUI NTT Ardansyah.

Baca Juga: Gubernur NTT Imbau Masyarakat Terus Waspada dan Pantau Informasi Cuaca dari BMKG

Pendantanganan nota kesepahaman itu digelar di sela Advokasi dan KIE tentang Promosi dan KIE Pengasuhan 1.000 HPK dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting untuk Mitra Kerja dan Pemangku Kebijakan Daerah.

Kepala Perwakilan BKKBN NTT Marianus Mau Kuru mengatakan, saat ini stunting di NTT per Agustus 2021 berada pada angka 20,9 persen.

Untuk menurunkan angka stunting di NTT itu, perlu kerja sama semua pihak, termasuk para tokoh agama.

Halaman:

Editor: Paschal Seran

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X