Petani Jagung di Sumba Keluhkan Curah Hujan Tinggi, Hasil Panen Terancam Menurun

- Minggu, 20 Februari 2022 | 20:41 WIB
Inilah tanaman jagung milik petani di Desa Pulu Panjang, Kecamatan Nggoa, Sumba Timur, NTT, Sabtu (19/2/2022). (Jumal Hauteas sumba timur.victorynews.id)
Inilah tanaman jagung milik petani di Desa Pulu Panjang, Kecamatan Nggoa, Sumba Timur, NTT, Sabtu (19/2/2022). (Jumal Hauteas sumba timur.victorynews.id)

WAINGAPU,VICTORY NEWS-Petani jagung di Desa Pulu Panjang (Pulpan), Kecamatan Nggaha Ori Angu (Nggoa), Kabupaten Sumba Timur mengeluhkan curah hujan yang tinggi pada tahun ini.

Hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak Desember 2021 hingga hari ini tak lagi menjadi berkah bagi petani.

Cura hujan yang terlalu tinggi kini menjadi musibah, sebab bisa merusak tanaman jagung milik petani.

Dengan cura hujan yang terlalu tinggi akan berdampak pada hasil panen yang menurun. Sebab bulir jagung menjadi kurang berisi.

Baca Juga: Dinas Peternakan Kabupaten Kupang Dorong Petani Optimalkan Produksi Pertanian


Dikutip dari Sumba Timur.victorynews.id dengan judul Curah hujan tinggi tanaman jagung petani di pulpan terancam kurang berisi, Rambu Marlina (55) dan Magdalena K Atajawa (49) mengaku lahan pertanian di Pulpan umumnya berada di lereng-lereng bukit sehingga akan menjadi area genangan air hujan saat curah hujan tinggi.

"Kalau hujan terlalu banyak pasti jagung terendam karena air mengalir dari bukit ke arah kebun kami," jelas Magdalena.

Magdalena menambahkan akibat dari curah hujan yang cukup tinggi ini tanaman jagung miliknya bertumbuh namun kemudian lambat berbunga dan baru mulai muncul bulir jagungnya.

"Kami tanam dari bulan Desember sehingga biasanya bulan begini sudah ada jagung muda tetapi ini baru mulai muncul bulir jagung," jelasnya.

Baca Juga: Pelarian UKM, Spesialis Pencuri Ternak di Sumba Berakhir Dengan Timah Panas

Halaman:

Editor: Yance Jengamal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X