Kementrian PUPR Bangun 194 Rumah Bagi Korban Seroja di Sumba Timur NTT

- Minggu, 20 Maret 2022 | 06:00 WIB
Salah satu lokasi perumahan bantuan Kementrian PUPR di Sumba Timur bagi korban terdampak bencana Seroja. (Dok. PT. Nindya Karya)
Salah satu lokasi perumahan bantuan Kementrian PUPR di Sumba Timur bagi korban terdampak bencana Seroja. (Dok. PT. Nindya Karya)


WAINGAPU,VICTORYNEWS--Pemerintah Pusat melalui Kementrian PUPR membangun rumah tanggap bencana badai Seroja sebanyak 194 rumah di Kabupaten Sumba Timur, Provinsi NTT.

Kementrian PUPR mempercayakan pembangunan 194 rumah pada kontraktor PT. Nindya Karya.

Manager Teknik PT. Nindya Karya Davied Hamonangan kepada victorynews.id, Sabtu (19/3/2022) menjelaskan 194 rumah bagi korban terdampak Seroja tahun 2021 lalu dibangun di empat lokasi.

Desa Tanaraing 58 rumah, Desa Watuhadang 31 rumah, Desa Nggongi 50 rumah dan Desa Katikutana 55 rumah.

Baca Juga: Semifinal All England 2022: Tumbangkan Seniornya The Minions, Fikri Bagas ke Final

Menurutnya, sampai saat ini proses pembangunan rumah masih berlangsung.

"Untuk Desa Tanaraing dan Desa Watuhadang sudah selesai 100 persen. Tinggal menunggu instalasi listrik, sementara di Desa Nggongi diperkirakan akan selesai bulan Maret ini," ujar Davied Hamonangan.

Sementara di Desa Katikutana, proses pembangunan baru mencapai 80 persen.

Davied Hamonangan mengakui ada beberapa kendala di lapangan selama pembangunan.

Misalnya,terkait tekstur tanah yang berbatu di Desa Watuhadang dan Desa Tanaraing.

Baca Juga: Balapan MotoGP di Mandalika, Marc Marquez : Tidak Berjalan Seperti yang Kita Inginkan

Sementara di Desa Nggongi, pihaknya cukup kesulitan karena tekstur tanah merah.

"Saat musim hujan susah masuk. Lokasinya juga dekat bibir sungai sehingga agak sulit,"jelasnya.

Di Desa Katikutana,akses jalan menuju desa masih berupa tanah sehingga petugas juga cukup kesulitan.

Selain itu, proses pembangunan berada di empat lokasi berbeda dengan tantangan menuju ke lokasi yang juga berbeda.

Baca Juga: Kepala Desa di NTT Minta Tower Telkomsel ke Dirjen Bina Pemdes Kemendagri

Davied Hamonangan menjelaskan rumah yang dibangun berukuran 6x6 meter dengan material pilihan dilengkapi dengan air,listrik, dan reservoar untuk menampung air.

Jalan raya di sekitar pemukiman menggunakan perkerasan lentur dengan aspal.

Sementara terkait data penerima bantuan rumah menjadi ranah pemerintah.

"Intinya, ada koordinasi dari tingkat desa, kecamatan,pemerintah daerah dan Dinas PUPR Sumba Timur dengan Pemprov NTT dan Pemerintah Pusat. Setelah direview baru akan ditentukan siapa yang memenuhi syarat untuk menerima bantuan ini," jelasnya.

Ia mengatakan salah satu syarat yakni warga bersedia direlokasi dari tempat tinggal lama ke tempat tinggal baru.

Menurutnya, rencana relokasi juga tetap mempertimbangkan aspek dampak sosial.

Sehingga, wilayah relokasi tidak jauh dari tempat tinggal yang lama, dengan catatan lebih aman ditinggali warga.

Baca Juga: Berusia 60 Tahun, Gereja Katedral Kupang Direnovasi, Berlangsung 8 Bulan ke Depan

"Misalnya di Nggongi rumah lama ada di Daerah Aliran Sungai, sehingga kita relokasi di tempat yang lebih aman," jelas Davied.

Ia menambahkan sesuai rencana rumah sudah bisa ditinggali tahun ini.

Di Desa Tanaraing, Desa Watuhadang, dan Desa Nggongi akan kami serahterimakan di bulan Maret 2022.

Namun, untuk wilayah Desa Katikutana belum bisa kami pastikan karena akses jalan utama juga masih belum memadai ditambah kondisi cuaca yang belum kondusif.

"Tapi kami targetkan semua rumah di empat desa sudah bisa diisi tahun ini,"tambahnya.***

Editor: Beverly Rambu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X