Kekurangan Air Bersih, Pelajar di Labuan Bajo Mabar Hanya Basuh Muka sebelum ke Sekolah

- Minggu, 10 April 2022 | 17:18 WIB
Ilustrasi basuh muka (Pixabay.com)
Ilustrasi basuh muka (Pixabay.com)

LABUAN BAJO, VICTORY NEWS-Labuan Bajo, Ibu Kota Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT, hingga saat ini masih mengeluh dengan ketersediaan air bersih yang terbatas.

Beberapa anak sekolah atau pelajar di Labuan Bajo Mabar terpaksa tidak pernah mandi sebelum ke sekolah. Mereka hanya membasuh muka.

Hal tersebut dikarenakan distribusi air minum dari PDAM Wae Meliling masih sangat terbatas, sehingga tak bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga secara keseluruhan.

Baca Juga: Ormas di NTT Menolak Aksi Demonstrasi 11 April

Dilansir victorynews.id dari Manggarai Barat.victorynews.id dengan judul warga labuan bajo keluhkan ketersedian air bersih, Warga Labuan Bajo, sejak Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) dimekarkan tahun 2003 lalu, masyarakat Labuan Bajo mengalami kekurangan air bersih.

Padahal Pemkab Mabar sejak 2003 setiap tahun mengkucurkan anggaran APBD II untuk proyek air bersih.

Pasca Sail Komodo tahun 2013 lalu,Pemodal menyerbu Labuan Bajo untuk berinvestasi di Labuan Bajo. Mulai dari hotel hingga restauran tumbuh subur di Labuan Bajo, namun di tengah kemajuan sektor pariwisata di Labuan Bajo, masyarakat Labuan Bajo masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Baca Juga: Kodim 1612 Manggarai Target Beri Bantuan untuk 10.000 Pedagang Kaki Lima dan Nelayan di Manggarai Timur

Pemkab Mabar melalui PDAM Wae Mbeliling melayani ribuan pelanggan di Labuan Bajo. PDAM Wae Mbeliling mengambil pasokan air bersih dari sejumlah sumber air seperti Wae Mese Dalong serta Wae Kaca dan Wae Mbaru di Desa Compang Liang Ndara,Kecamatan Komodo.

Untuk pemerataan pasokan air diseluruh pelanggan di Kota Labuan Bajo,PDAM Wae Mbeliling mengatur waktu jalannya air sampai rumah pelanggan sehingga pasokan terbatas. Sebagian warga Labuan Bajo masih memilih membeli air Tangki yang dijual Rp 70.000 hingga Rp 100.000 ukuran 5.000 liter.

Halaman:

Editor: Yance Jengamal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

STFK Ledalero Hasilkan 21 Uskup dan 1.962 Pastor

Kamis, 23 Juni 2022 | 10:11 WIB

Bupati Ende: Terima Kasih Bank NTT

Selasa, 21 Juni 2022 | 17:31 WIB
X