Soroti Masalah Kesehatan, Ketua GMNI Minta Pemkab Belu Relokasi Penjual ikan dan Daging ke Pasar Lolowa

- Minggu, 24 April 2022 | 19:07 WIB
Bupati Belu dr Agus Taolin, sedang memberi penjelasan mengenai capaian kepemimpinan mereka selama tahun 2021-2022 di hotel Matahari, Atambua, NTT, Sabtu (23/4/2022).  (Stef Kosat victorynews.id)
Bupati Belu dr Agus Taolin, sedang memberi penjelasan mengenai capaian kepemimpinan mereka selama tahun 2021-2022 di hotel Matahari, Atambua, NTT, Sabtu (23/4/2022). (Stef Kosat victorynews.id)

ATAMBUA, VICTORY NEWS-Ketua GMNI Cabang Belu, NTT Hendrianus A Modok meminta Pemerintah Kabupaten Belu untuk merelokasi pedagang ikan dan daging dari Pasar Baru Atambua ke Pasar Lolowa.

Pasalnya, penjual ikan dan daging di Pasar Belu yang kurang beraturan menimbulkan bau busuk di dalam pasar tersebut.

Hal tersebut disampaikan ketua GMNI Cabang Belu dalam diskusi satu tahun kepemimpinan Bupati-Wakil Bupati Belu, dr Agus Taolin-Aloysius Haleserens, Sabtu (23/4/2022).

Baca Juga: Pekan Ini, Berkas Perkara Randi Badjideh Dilimpahkan ke Pengadilan

Ketua GMNI Cabang Belu, NTT Hendrianus A Modok, menyoroti program kesehatan Pemkab Belu. Menurutnya, masyarakat Belu, khususnya Atambua tidak akan bisa sehat dengan kotornya pasar baru akibat sampah dari penjual ikan dan daging.

"Mana bisa masyarakat Belu, sehat, kalau pusat ekonomi masyarakat yakni pasar Baru Atambua tidak terurus. Sementara program utama bupati Belu dr Agus Taolin-Aloysius Haleserens adalah kesehatan," tandasnya.

Ia menilai bupati dan wakil bupati maupun kadis lingkungan hidup Belu tidak mampu menata pasar Baru maupun para penjual ikan dan daging. Pemerintah, kata dia, menghendaki  masyarakat Belu sehat, tetapi pemerintah tidak mampu menjaga kebersihan pasar.

Baca Juga: Ketua Majelis Sinode GMIT Minta Gereja Harus jadi Tempat Perlindungan Jemaat

Untuk itu, ia meminta Pemkab Belu memindahkan para penjual ikan maupun daging ke Pasar Lolowa. Sebab di Pasar tersebut telah dibangun fasilitas yang baik namun hanya difungsikan pada hari Sabtu sampai Minggu saja.  


"Pembangunan fasilitas pasar di Lolowa dengan anggaran besar harus difungsikan penjual. Jadi Pemkab Belu harus bisa dan maksimal dalam menata penjual ikan dan daging. Sebab pimpinan wilayah memiliki kuasa untuk atasi persoalan krusial ini," tutup dia.***

Halaman:

Editor: Yance Jengamal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X