Distan Belu Tanam Ulang Jagung Presiden Jokowi di Food Estate Fatuketi

- Rabu, 27 April 2022 | 21:06 WIB
Kini lahan jagung Food Estate di Desa Fatuketi Kecamatan Kakuluk Mesa, Kabupaten Belu telah dibuatkan saluran supaya menyimpan air yang cukup agar jagung yang ditanam tidak mengalami kekeringan lagi.  (victorynews.id - Stef Kosat)
Kini lahan jagung Food Estate di Desa Fatuketi Kecamatan Kakuluk Mesa, Kabupaten Belu telah dibuatkan saluran supaya menyimpan air yang cukup agar jagung yang ditanam tidak mengalami kekeringan lagi. (victorynews.id - Stef Kosat)

ATAMBUA, VICTORY NEWS - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Belu, Gela Lay Rade saat ditemui wartawan di lahan Food Estate Fatuketi kecamatan Kakuluk Mesak Kbupaten Belu NTT akan menanam ulang jagung yang ditanam Presiden Joko Widodo (Jokowi), 24 Maret 2022.

Dia mengatakan, Dinas Pertanian dan masyarakat bersepakat akan melanjutkan penanaman kembali awal Mei 2022. Jagung yang ditanam Presiden Jokowi mati kekeringan akibat kurangnya pasokan air dari Bendungan Rotiklot. 

"Mereka menggunakan pola pengairan baru yang telah dikerjakan dalam dua hari belakangan yakni membuat terasering sehingga menampung air supaya kebasahan tanah mencukupi baru masyarakat tanam," ujarnya.

Baca Juga: Tak ada Pasokan air dari Bendungan Rotiklot Belu, jagung yang Ditanam Presiden Jokowi di Food Estate Mati

Ia mengatakan, oada musim tanam kedua tidak bisa jika hanya mengandalkan air lewat alat penyiraman springkler. Untuk mengairi tanaman jagung itu, pihaknya juga menyiapkan selang untuk penyiraman secara menyeluruh pada salurun yang mereka buat.

Pantauan victorynews id pada Rabu (27/4/2022) di lokasi seluas 7 hektare yang ditanam Presiden Jokowi, Dinas Pertanian telah membuat bedeng sekira 2 hektare.

Kepala Balai Wilayah Sungai Wilayah Nusa Tenggara II, Agus Sosiawan yang diwawancarai victorynews id melalui pesan Whatsapp pada Rabu (27/4/2022) mengakui springkle berfungsi, tapi belum dipasang. 

Baca Juga: Bupati Belu Agus Taolin Akui Masih Kesulitan Menata Pasar Baru Atambua

"Tetapi problemnya adalah pengaturan kapan menanam, berapa luas dan lokasi yang ditanam perlu disepakati bersama," jelasnya.

Dia mengatakan, pengaturan ini sudah ia sampaikan dan sudah bertemu Bupati Belu sehingga perlu koordinasi bersama di lapangan.

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kantor Desa Raimataus di Malaka Disegel Warga

Kamis, 4 Agustus 2022 | 05:00 WIB
X