BWS NT II Anggarkan Rp7,8 miliar Bangun Irigasi Tersier dan Sekunder Food Estate di Belu

- Kamis, 12 Mei 2022 | 20:09 WIB
Lahan sawah Food Estate di Desa Fatuketi Kecamatan Kakuluk Mesak kabupaten Belu yang masih mengandalkan curah hujan. (victorynews.id - Stef Kosat)
Lahan sawah Food Estate di Desa Fatuketi Kecamatan Kakuluk Mesak kabupaten Belu yang masih mengandalkan curah hujan. (victorynews.id - Stef Kosat)

ATAMBUA, VICTORY NEWS - Kepala Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu, Markus Taus bersama warga mengapresiasi pembangunan irigasi tersier dan sekunder di Fatuketi untuk pemanfaatan lahan sawah seluas 281 hektare.

Sebab selama ini, lahan itu hanya mengandalkan air hujan untuk sekali tanam dalam setahun. 

Markus Taus yang ditemui Victorynews id di lokasi Food Estate pada Kamis (12/5/2022) berterima kasih kepada Balai Sungai Wilayah Nusa Tenggara II yang telah mengalokasikan anggaran Rp 7,8 miliar untuk membangun irigasi tersier dan sekunder di Desa Fatuketi.

 Baca Juga: Air Bendungan Rotiklot Lancar, Jagung yang Ditanam Ulang di Lokasi Food Estate Mulai Tumbuh

"Sehingga ke depan petani sawah Fatuketi bisa menanam 2-3 kali dalam setahun. Terima kasih untuk BWS Nusa Tenggara (BWS NT) II yang telah memperbaiki bronjong dan pipa utama irigasi menuju area sawah yang telah tergerus banjir beberapa waktu lalu sepanjang 100 meter," tutur Markus.

Markus melanjutkan, irigasi tersier dan sekunder yang akan dibangun BWS untuk sementara akan membantu masyarakat petani dalam memanfaatkan lahan seluas 140 hektar.

"Jadi harapan kami selama ini agar irigasi tersier dan sekunder di Desa Fatuketi dapat dibangun akhirnya terjawab. Itu kebutuhan dasar para petani sawah karena Kementan sudah bantu puluhan hand traktor yang harus dimanfaatkan kalau air ada," kata Markus.

Baca Juga: Lelang Proyek DAK Jalan di Lembata, PPK Keberatan Atas Hasil Evaluasi Pokja

Markus mengatakan, air di Bendungan Rotiklot sudah ada,tetapi kalau belum masuk di area sawah Fatuketi dengan baik. Karena area Food Estate lahan sawah 281 hektare dibanding jagung yang hanya 53 hektare. 

Sementara penyuluh pertanian pada lokasi Food Estate, Marselinus Heuk menyampaikan selama ini 281 hektare sawah hanya mengandalkan air hujan.

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X