Ketua Federasi Serikat Buruh Lembata Kritisi Rendahnya Honor KSO

- Minggu, 15 Mei 2022 | 22:56 WIB
Karolus Kia Burin, Ketua Federasi Serikat Buruh Lembata, NTT.  (victorynews.id/Hiero Bokilia)
Karolus Kia Burin, Ketua Federasi Serikat Buruh Lembata, NTT. (victorynews.id/Hiero Bokilia)

LEWOLEBA, VICTORYNEWS - Tenaga Kerja Sama Operasional (KSO) sebagai aparatur pemerintah daerah dan pelayan masyarakat telah mengabdi bertahun-tahun untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat Lembata.

Namun, penetapan gaji bagi mereka yang hanya sebesar Rp999 ribu per bulan memperlihatkan bahwa pemerintah sedang merendahkan martabat kemanusiaan dan kesejahteraan hidupnya.

Dengan diturunkannya honor mereka telah pula mempengaruhi kesejahteraan para tenaga KSO.

Baca Juga: Kadis PPO Seprianus Lau Dorong Atlet Kempo Ciptakan Sang Juara Dari Kabupaten Kupang

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Federasi Serikat Buruh Demokrasi Seluruh Indonesia (FSBDSI) Lembata, NTT Karolus Kia Burin kepada victorynews.id, Minggu (15/5/2022) mengaku sangat prihatin dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata dalam menetapkan gaji/honor tenaga KSO di Lembata yang sangat kecil dan jauh dari kelayakan dan kesejahteraan hidup.

Bahkan, kata Karel Burin, panggilan keseharian Karolus Kia Burin, gaji tenaga KSO ini jauh dari dari Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2022 berdasarkan SK Gubernur NTT Nomor 392/KEP//HK/2021 tanggal 19 November 2021 sebesar Rp1.975.000.

Baca Juga: NPCI NTT Butuh Perhatian Pemprov

Akibatnya, kondisi kehidupan tenaga KSO yang mengabdi di seluruh Kabupaten Lembata sungguh memprihatinkan.

"Bukan saja gaji tenaga KSO yang turun, tapi juga tambahan penghasilan para aparatur sipil negara (ASN) juga turunkan 50 persen. Akibatnya, kehidupan ASN juga semakin tidak sejahtera," tegas Karel Burin.

Halaman:

Editor: Paschal Seran

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tiga Gunung Api Bawah Laut Muncul di Lembata NTT

Sabtu, 25 Juni 2022 | 18:12 WIB

STFK Ledalero Hasilkan 21 Uskup dan 1.962 Pastor

Kamis, 23 Juni 2022 | 10:11 WIB
X