Baru Canangkan BIAN, Dinas Kesehatan Belu Sudah Imunisasi Campak Rubela 4.173 Anak

- Rabu, 18 Mei 2022 | 18:50 WIB
Bupati Belu dr Taolin Agustinus menyuntik imunisasi campak rubela pada anak SD dalam pencanangan BIAN di Kelurahan Tulamalae, Kecamatan Atambua Barat, Rabu (18/5/2022).. (victorynews.id - Stef Kosat)
Bupati Belu dr Taolin Agustinus menyuntik imunisasi campak rubela pada anak SD dalam pencanangan BIAN di Kelurahan Tulamalae, Kecamatan Atambua Barat, Rabu (18/5/2022).. (victorynews.id - Stef Kosat)

"Dinkes Belu mencuri star dan tidak menunggu pencanangan BIAN karena takut tidak terkejar. Karena sasaran imunisasi anak di Belu banyak yakni 47.230 orang. Apalagi pernah ditemukan 1 kasus difteri di Halilulik dan belakangan diperiksa hasilnya sudah negatif," jelas drg Ansila.

Bupati Belu dr Agus Taolin, pada kesempatan itu mengatakan pencanangan BIAN tingkat Kabupaten Belu sebagai cara mencegah berbagai penyakit baik difteri, polio, tetanus, hepatitis, campak dan lainnya.

Baca Juga: IAKN Kupang Latih Ansambel Musik Modern dan Tradisional di Belu

Ia juga meminta ibu-ibu untuk tidak membawa anak mereka yang sementara sakit untuk tidak disertakan dalam pencanangan BIAN itu. Karena imunisasi dibuka layanan pada tiap Puskesmas dan masyarakat boleh membawa anak mereka untuk mendapat pelayanan di tiap Puskesmas.

'Karena nanti ada apa-apa yang disalahkan adalah imunisasi/vaksin yang telah disuntikan pada anak itu padahal lagi sakit. Selaku bupati Belu, saya mengajak masyarakat untuk mendukung pemerintah supaya bersama-sama cegah penyakit mematikan dan kecacatan pada anak-anak kita," katanya. 

Baca Juga: Kasus Astri dan Lael, Mikael Feka: Di belakang Penyidik Polda NTT Ada Hak Asasi Korban yang Diperjuangkan

Dia mengatakan, seperti difteri, sebab kalau ada selaput merah di tenggorokan maka anak-anak tidak bisa makan ataupun minum dan membersihkan dengan cara apapun tidak bisa.

"Kalau dikorekpun tenggorokan akan berdarah dan harus membuat lubang pada tenggorokan baru bisa udara masuk dan mencegah kematian. Begitupun Pertusis dan penyakit lainnya," pungkas ahli penyakit dalam ini. ***

 

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pejabat Lingkup Kejati NTT Dimutasi, Ada Kajari Sikka

Senin, 15 Agustus 2022 | 12:39 WIB

Bupati Kupang Panen Bawang Merah di Pulau Semau

Minggu, 14 Agustus 2022 | 04:56 WIB

Bank NTT Cabang Betun Miliki 4 Kantor Cabang Pembantu

Jumat, 12 Agustus 2022 | 10:07 WIB
X