Warga Kampung Bugis Manggarai Timur, Nilai Program Penanaman Bambu di Kali Wae Bobo Tidak Bermanfaat

- Kamis, 19 Mei 2022 | 21:28 WIB
Inilah lokasi bantaran timur kali Wae Bobo yang ditanami anakan bambu dan dipersoalkan warga kampung Bugis, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Kamis (19/5/2022). (Foto: Edvon Malyanto victorynews.id)
Inilah lokasi bantaran timur kali Wae Bobo yang ditanami anakan bambu dan dipersoalkan warga kampung Bugis, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Kamis (19/5/2022). (Foto: Edvon Malyanto victorynews.id)

BORONG, VICTORY NEWS - Program penanaman anakan bambu di bantaran kali Wae Bobo, Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi NTT oleh kelompok Arumba dinilai tidak efektif dan tidak bermanfaat.

Hal ini disampaikan oleh Sirilus Adrianus Hami, Ketua RT 016/RW 04. Menurutnya, warga kampung Bugis menyambut baik ini dan tidak menolak, namun dalam pelaksanaanya kurang efektif dan malah merugikan warganya yang tinggal di sebelah barat kali Wae Bobo.

"Programnya bagus kami apresiasi, tapi kenapa hanya sebelah timur saja yang ditanami bambu, di wilayah baratnya tidak. Tanamnya juga di aliran sungai bukan di pinggir. Jelas ini menyusahkan kami, kalau banjir bandang wilayah kami yang bagian timur akan terendam,"kata Sirilus kepada victorynews.id.

Baca Juga: Bupati Andreas Agas Resmikan Festival Permainan Layangan di Manggarai Timur

Diakui Sirilus sebagai RT seharusnya dirinya dilibatkan mulai dari pertemuan awal hingga saat melakukan eksekusi kegiatan.Namun kenyataanya pihak kecamatan dan kelurahan tidak memberitahukannya.

"Saya menduga ada indikasi lain dalam kegiatan ini. Sangat disayangkan kegiatan dalam wilayah kami, tapi saya selaku ketua RT tidak tahu,"ungkapnya

Menanggapi hal ini, Camat Borong Sistus Mbalur menjelaskan terkait program penanaman anakan pohon bambu tersebut pihak camat dan lurah sebatas mendampingi.

Baca Juga: Kudapan Sombu Pede dan Sombu Kabo Khas Manggarai Tampil Perdana di Expo Pendidikan Manggarai Timur

"Kami dari kecamatan dan lurah tidak punya wewenang dan kapasitas dalam program tersebut, karena itu program dari Dinas Kehutanan Provinsi yang bekerja sama dengan yayasan Bambu Lestari bersama UPTD Dinas Kehutanan Kabupaten Manggarai Timur. Begitupun dengan tenaga kerja itu juga dari yayasan Bambu Lestari,"jelas Camat Sistus

Sementara itu, Doni Nggaro Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPTD KPH) Wilayah Kabupaten Manggarai Timur mengatakan terkait hal yang diberatkan warga kampung Bugis dalam program penanaman anakan bambu ini harus dibicarakan kembali bersama. Menurut beliau, camat dan lurah punya kewenangan karena program ini berada dalam wilayah mereka.

"Terimakasih informasinya. Hari senin akan kita undang camat, lurah, pihak yayasan Bambu Lestari, ketua RT 016 Bugis bersama warga untuk bahas terkait hal ini. Maaf sekarang saya masih ada ikut kegiatan di Labuan Bajo," ujar kadis Doni via telepon. ****

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Terkini

X