Guru dan Siswa SMKK St Yosef Nenuk Atambua Hasilkan Dua Buku

- Jumat, 20 Mei 2022 | 22:05 WIB
Sekda Belu Johanes Andes Prihatin saat membakar obor di depan SMKK St Yosef Nenuk Atambua ditemani Kepsek Petrus Dile Bataona saat launching dan bedah buku hasil karya para guru dan siswa , Jumat (20/5/2022). (victorynews-id - Stef Kosat)
Sekda Belu Johanes Andes Prihatin saat membakar obor di depan SMKK St Yosef Nenuk Atambua ditemani Kepsek Petrus Dile Bataona saat launching dan bedah buku hasil karya para guru dan siswa , Jumat (20/5/2022). (victorynews-id - Stef Kosat)

ATAMBUA, VICTORY NEWS - Berbicara literasi tanpa menulis adalah keniscayaan. Karena itu, SMKK St Yosef Nenuk Atambua menghasilkan dua buku hasil karya para guru dan siswayang dibedah Isodorus Lilijawa dan Gusti Rikarno "Aksara di Atas Batas dan Pelangi di Pelosok Negeri, Jumat (20/5/2022).

Ketua Yayasan St Arnoldus Janssen Nenuk, Pater Yustinus Asa, SVD saat jumpa pers usai bedah buku karya para guru dan siswa menyampaikanpara guru harus memperkaya diri dalam kegiatan belajar-mengajar lewat membaca. 

"Jangan hanya belajar saat kuliah dan usai wisuda para guru tidak membaca lagi. Pada sisi lain, hanya pengetahuan itu yang diberikan guru kepada para peserta didik dari tahun ke tahun. Akhirnya guru juga macet belajar dan anak didik tidak bisa berkembang dengan baik," tegas Pater Yustinus. 

Baca Juga: Baru Canangkan BIAN, Dinas Kesehatan Belu Sudah Imunisasi Campak Rubela 4.173 Anak

Lanjut Pater Yustinus, walaupun SMKK St Yosef Nenuk merupakan sekolah kejuruan, tetapi ia bersama kepsek dan para guru mendorong supaya ada karya tulis yang dihasilkan dari internal dan dapat dibaca oleh para guru, siswa maupun orang luar. 

Namun harus diakui, SMKK St Yosef Nenuk masih memiliki keterbatasan, baik perpustakaan guru yang mau menulis dan peserta didik. "Sebab, namanya sekolah kejuruan ya lebih banyak guru berkecimpung di bidang masing-masing," tandas Pater Yustinus.

Dia mengatakan, dengan hadirnya dua buku ia sangat bersyukur dan berterimakasih untuk Gusti Rikarno dan Isodorus Lilijawa yang sudah mengambil inisiatif mendorong para guru dan peserta didik untuk menulis. 

Baca Juga: ARLB Pertanyakan Lambannya Penanganan Kasus Dugaan Korupsi di Lembata

"Terkhusus ibu Gubernur NTT, Julie Sutrisno Laiskodat yang juga sebagai bunda literasi sebagai penggerak agar para guru dan peserta didik mau membaca sekaligus menulis. Selaku ketua Yayasan juga akan sampaikan kepada Pemkab Belu bahwa SMKK St Yosef Nenuk sedang berusaha dan akan terus berusaha. Jadi jangan lupa SMKK St Yosef Nenuk juga," pintaPater Yustinus. 

Sementara Sekda Belu Johanes Andes Prihatin saat memberi sambutan menyampaikan harus diakui penulis di Kabupaten Belu bisa dihitung dengan jari. Kecuali penutur budaya, tenunan, etnografi.

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X