Sikapi Patahan Klaotoa, BPBD NTT Susun Rencana Kontingensi Gempa Bumi Berpotensi Tsunami

- Sabtu, 18 Juni 2022 | 07:51 WIB
Kepala Pelaksana BPBD NTT, Ambrosius  Kodo saat mengikuti kegiatan Diskusi Ahli terkait Penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi Gempa Bumi Berpotensi Tsunami di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) , Jumat (17/06/2022). (tangkapan layar/kekson salukh)
Kepala Pelaksana BPBD NTT, Ambrosius  Kodo saat mengikuti kegiatan Diskusi Ahli terkait Penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi Gempa Bumi Berpotensi Tsunami di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) , Jumat (17/06/2022). (tangkapan layar/kekson salukh)

KUPANG, VICTORYNEWS- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT menggelar kegiatan Diskusi Ahli terkait Penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi Gempa Bumi Berpotensi Tsunami di NTT, Jumat (17/06/2022).

Kepala Pelaksana BPBD NTT, Ambrosius  Kodo mengatakan, penyusunan Dokumen Rencana Kontigensi ini dilakukan karena Provinsi NTT merupakan salah satu wilayah dengan tingkat ancaman bencana gempa bumi dan tsunami yang tergolong tinggi.

Penyusunan dokumen rencana kontingensi ini juga untuk menjawab fenomena alam patahan Klaotoa di utara Flores yang sewaktu-waktu berdamlak tsunami

Baca Juga: Resign dari Perusahaan di Bali, Grace Pilih Geluti Bisnis Tanaman Kaktus dan Lithops di Kota Kupang

"Penyusunan Dokumen Rencana Kontigensi ini juga menjawab keresahan masyarakat terkait press release BMKG tentang gempa pada tanggal 14 Desember 2021 yang menyebabkan adanya patahan baru bernama patahan Kalaotoa di Utara Flores, " katanya.
 
Menurut BMKG, kata Ambros, energi yang terlepas saat gempa tersebut yaitu 7,4 magnitudo ke arah utara sehingga menyebabkan Kabupaten Selayar menerima dampak yang luar biasa.

Sementara ke bagian selatan yaitu ke wilayah NTT energinya belum terlepas sehingga ke depan terdapat potensi NTT menerima dampak yang luar biasa pula.  

Baca Juga: Wow, Dukungan Peserta Pesparawi, Pemkab TTS Anggarkan Dana Rp 1 Miliar

BPBD NTT dengan dukungan SIAP SIAGA mendorong penyusunan dokumen ini sebagai mekanisme yang harus dikerjakan dalam rangka upaya mitigasi dan membangun kesiapsiagaan terhadap bencana yang dipicu oleh gempa bumi dan tsunami,” tegasnya.

Ia menambahkan, penyusunan Dokumen Rencana Kontigensi itu melibatkan SIAP SIAGA, BMKG, dan instansi pemerintah terkait.***

 

Halaman:

Editor: Yance Jengamal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X