40 Warga 6 Desa Wisata Asal Kabupaten Sikka Studi Lapangan di Desa Detusoko Barat Ende

- Kamis, 23 Juni 2022 | 21:15 WIB
40 warga desa Wisata Kabupaten Sikka saat studi lapangan di Desa Detusoko Barat Kabupaten Ende.  (victorynews.id/Son Bara)
40 warga desa Wisata Kabupaten Sikka saat studi lapangan di Desa Detusoko Barat Kabupaten Ende. (victorynews.id/Son Bara)

ENDE, VICTORYNEWS - Sebanyak 40 peserta pelatihan tata kelola desa wisata dari enam desa wisata di kabupaten Sikka  studi lapangan di adesa Detusoko Barat, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, NTT.

Kehadiran peserta pelatihan tata kelolah desa wisata Kabupaten Sikka ini untuk mempelajari praktek pelaksanaan tatakelola desa wisata di Desa Wisata Detusoko Barat, Ende. 

Studi lapangan selama dua hari didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Sika Petpoling Wairmahing.

Baca Juga: Luar Biasa!! 3 Desa Wisata NTT Lolos 100 Besar ADWI 2022

Kedatangan merek diterima Kepala Desa Detusoko Barat Kabupaten Ende, Ferdinandus Watu, Ketua BPD Yofinus Retu beserta Tokoh adat, Anggota BPD, Aparat Desa, Pokdarwis serta pengelola BUMDesa Au Wula desa Detusoko Barat.

“Kita saling belajar. Apa yg ada di kamibdan kita sangat terbuka berbagai apa yang sudah dan akan dilakukan. Pengalaman kami, hal paling penting dalam membangun desa wisata adalah komitmen dari semua pihak anatar BPD, kepala desa, tua adat dan semua lembaga di desa harus satu visi yang sama dan meminimalisir konfik internal di desa." tegas Nando Watu.

Nando Watu mengatakan, proses penataan dan pengembangan desa Wisata Detusoko Barat, melibatkan semua pihak, baik Kepala Desa dan aparatnya, BPD, para tokoh adat, tokoh agama, kaum perempuan, kaum muda, serta semia komponen yang ada di desa.

Baca Juga: Kemiskinan di NTT Masih Stabil di Angka 22,44 Persen

“Sebagus apapun ide atau konsep di level atas, tapi jika di level bawah, masyarakatnya tidak tahu, tidak paham dan tidak berpartisipasi, akan mubazir juga. Memang butuh proses panjang mengajak dan melibatkan semua komponen yang ada di desa, setidaknya berani untuk memulai," kata Nando Watu.

Dia mengatakan, selalu melakukan aneka pendekatan dengan berbagi metode, kadang pola pendekatan politis, pendekatan adat, kekeluargaan, kadang juga menggunakan metode saring dari para tamu untuk membangun kesadaran pariwisata.

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X