Petugas Imigrasi Disebut Aniaya Imigran yang Naik ke Atas Jembatan Liliba, Ini Penjelasan Rudenim Kupang

- Minggu, 26 Juni 2022 | 11:46 WIB
Petugas berusaha mengevakuasi Warga Afganistan dari atas Jembatan Liliba, Kota Kupang, NTT.  (victorynews.id/Nahor Fatbanu)
Petugas berusaha mengevakuasi Warga Afganistan dari atas Jembatan Liliba, Kota Kupang, NTT. (victorynews.id/Nahor Fatbanu)

KUPANG, VICTORYNEWS - Petugas Imigrasi Kupang, NTT disebut menganiaya Imigran asal Afganistan Hassan Reza Haidari.

Informasi penganiayaan petugas Imigrasi Kupang terhadap Hassan disebutkan dilakukan sebelum Hassan naik ke atas puncak Jembatan Liliba, Kota Kupang, Jumat (24/6/2022).

Informasi penganiayaan terhadap Imigran asal Afganistan itu beredar luas di media sosial maupun media massa.

Baca Juga: Imigran Asal Afganistan Berhasil Diturunkan dari Jembatan Liliba, Begini Penjelasan Polisi

Menanggapi informasi itu, Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kupang Heksa Asik Soepriadi angkat bicara.

Dalam pernyataan keterangannya, Sabtu (25/6/2022) malam, Kepala Rudenim Kupang mengaku, selaku Pimpinan Rumah Detensi Imigrasi Kupang, ia telah memanggil dan melakukan konfirmasi kepada petugas pengamanan Rudenim Kupang.

Klarifikasi itu dilakukan untuk mengetahui kejadian yang sesungguhnya, terkait pengakuan pengungsi atas nama Hassan Reza Haidari yang mengunggah foto penganiayaan yang tersebar luas.

Baca Juga: Plt. Kadis Dikbud NTT Kawal Langsung Kegiatan Laskar Rempah RI di Kupang

Menurutnya, Rumah Detensi Imigrasi Kupang menjalankan misi Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia yaitu melindungi Hak Asasi Manusia, Penegakan Hukum dan Meningkatkan Upaya Perlindungan.

Halaman:

Editor: Paschal Seran

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kompor Meledak, Kos di Nagekeo NTT Terbakar

Rabu, 10 Agustus 2022 | 18:12 WIB

Unitri Malang Bangun Kerja Sama Dengan Pemkab Lembata

Selasa, 9 Agustus 2022 | 22:29 WIB
X