Tanggapi Tuntutan 203 Imigran, Rudenim Kupang Hanya Bisa Berdoa

- Minggu, 26 Juni 2022 | 18:11 WIB
Kepala Rudenim Kupang Heksa Asik Soepriadi beserta jajaran mengadakan Konferensi Pers di Kantor Rudenim Kupang, Sabtu (25/6/2022). Mereka selalu berdoa agar tuntutan 203 imigran untuk dipindahkan ke negara ketiga bisa terwujud.  (victorynews.id/yapi manuleus)
Kepala Rudenim Kupang Heksa Asik Soepriadi beserta jajaran mengadakan Konferensi Pers di Kantor Rudenim Kupang, Sabtu (25/6/2022). Mereka selalu berdoa agar tuntutan 203 imigran untuk dipindahkan ke negara ketiga bisa terwujud. (victorynews.id/yapi manuleus)

KUPANG, VICTORY NEWS-Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kupang mengaku selalu setia memanjatkan Doa pada Tuhan, agar 203 Imigran asing yang saat ini berada di Kota Kupang, NTT segera dipindahkan ke negara ketiga (Negara tujuan) sesuai tuntutan para imigran.

Doa tersebut dipanjatkan pihak Rudenim Kupang menyikapi aksi demontrasi imigran yang sering terjadi akhir-akhir ini dan menuntut untuk dipindahkan ke negara ketiga.


"Kami selaku Manusia biasa tentu punya banyak kekurangan, walaupun tidak punya kewenangan tapi kami selalu berdoa pada Tuhan agar bagaimana caranya dengan tangan Tuhan bisa membantu menyentuh hati para UNHCR ini agar tuntutan para pengungsi untuk dipindahkan ke Negara ketiga segera tercapai," kata Kepala Rudenim Kupang, Heksa Asik Soepriadi, Sabtu (25/6/2022) malam.

Baca Juga: Umat Muslim Diminta Perhatikan Kesehatan Hewan Kurban Untuk Idul Adha

"Karena mereka ini sudah lama menunggu di Kupang, ada yang sudah lima tahun bahkan 12 tahun belum ditempatkan ke negara ketiga," tambahnya.

Dirinya mengaku bahwa yang berhak untuk memindahkan para Imigran tersebut merupakan kewenangan UNHCR.

Sedangkan Rudenim sendiri hanya berhak mendata dan mengawasi para Imigran itu selama berada di Kota Kupang.

Sementara Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Rudenim Kupang, Melsy Fanggi, menjelaskan bahwa terkait aksi damai yang sering dilakukan para Imigran di Kota Kupang, pihaknya tidak dapat berbuat banyak dan hanya berusaha berdasarkan tupoksi.

Baca Juga: Antisipasi Penipuan, BPJPH Umumkan Situs Resmi Pendaftaran Sertifikat Halal

"Penanganan dan pencegahan sudah kami jalankan dengan baik, selama ini. Yaitu sebelum mereka melakukan aksi kami berkoordinasi dengan pihak Kepolisian, Kesbangpol. Tapi masih saja mereka tetap lakukan aksi. Karena tuntutan mereka belum terpenuhi dan akan terus mereka lakukan. Sedangkan kantor UNHCR tidak ada di Kota Kupang," katanya.***

Halaman:

Editor: Yance Jengamal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kompor Meledak, Kos di Nagekeo NTT Terbakar

Rabu, 10 Agustus 2022 | 18:12 WIB

Unitri Malang Bangun Kerja Sama Dengan Pemkab Lembata

Selasa, 9 Agustus 2022 | 22:29 WIB
X