Polres Alor Tahan Pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Alor, Terlibat Dugaan Korupsi Proyek RKB

- Senin, 27 Juni 2022 | 17:23 WIB
Tersangka bersama penyidik Unit Tipikor Polres Alor memperlihatkan surat penahanan di Polres Alor, Senin (26/6/2022). Tersangka ditahan selama 20 hari.  (Dok Polres Alor)
Tersangka bersama penyidik Unit Tipikor Polres Alor memperlihatkan surat penahanan di Polres Alor, Senin (26/6/2022). Tersangka ditahan selama 20 hari. (Dok Polres Alor)

KALABAHI, VICTORYNEWS - Polres Alor menahan Kabid PAUD - PKLK Dinas Pendidikan Kabupaten Alor Bahlawan Djaibakal karena diduga terlibat korupsi dalam proyek tiga unit ruang kelas baru (RKB) di SMP Pailawang. 

Dalam urusan proyek ini tersangka pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Alor juga selaku Ketua Tim Teknis Perluasan Akses dan Infrastruktur Pendidikan Kabupaten Alor tahun 2018.

Tersangka ditahan ruang tahanan Polres Alor selama 20 hari sejak tangal 27 Juni sampai 16 Juli 2022. Penyidik juga menyita sejumlah proposal dari Dinas Pendidikan Kabupaten Alor

Baca Juga: Kasus Dugaan Korupsi DAK 2019 Dinas Pendidikan Alor, Kejari Alor Tetapkan Lima Tersangka Baru

Tersangka terlibat dalam urusan proyek pengelolaan anggaran pembangunan tiga RK, ruang labolatorium IPA dan ruang perpustakaan SMP Negeri Pailawang tahun anggaran 2018.

Kapolres Alor AKBP Ari Satmoko dalam keterangan tertulis kepada victorynews.id, Senin (27/6/2022) mengatakan, setelah diperiksa penyidik tersangka kemudian ditahan selama 20 hari. 

Ari mengatakan, anggaran dalam proyek senilai Rp1.268.000.000 yang bersumber dari APBN Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun anggaran 2018.

Baca Juga: Jailan Noho, Napi Kasus Narkoba Lapas Kalabahi Alor Bebas Bersyarat

Selain itu, penyidik juga menyita barang bukti berupa proposal pembangunan Sekolah SMP Pailawang, satu gabung Dokumen/surat berkaitan dengan pembangunan sekolah SMP Pailawang, uang tunai sebesar Rp25.000.000, 1 buah slip e-biling simponi penyetoran negara bukan pajak sebesar Rp38.977.000.

"Mengenai kerugian keuangan negara itu sesuai dengan hasil audit BPKP Perwakilan NTT sebesar RP1.171.483.000," kata Ari. 

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X