Wakil Bupati Nagekeo Ingatkan Suku Lea Harus Tetap Bersatu

- Selasa, 28 Juni 2022 | 22:32 WIB
Wakil Bupati Nagekeo Marianus Waja meletakkan batu pertama pembangunan Pelataran Rumah Adat Suku Lea di Desa Degalea, Kecamatan Nangaroro Kabupaten Nagekeo, Provinsi NTT. (victorynews.id/Bernard Sapu)
Wakil Bupati Nagekeo Marianus Waja meletakkan batu pertama pembangunan Pelataran Rumah Adat Suku Lea di Desa Degalea, Kecamatan Nangaroro Kabupaten Nagekeo, Provinsi NTT. (victorynews.id/Bernard Sapu)

MBAY, VICTORYNEWS - Wakil Bupati Nagekeo Marianus Waja mengingatkan Suku Lea di desa Degalea, Kecamatan Nangaro, Kabupaten Nagekeo agar terus bersatu.

Saat peletakan baru pertama rumah adat Suku Lea, Wakil Bupati Nagekeo mengatakan, Pemkab Nagekeo pada prinsipnya mendukung sepenuhnya upaya masyarakat untuk menata pelataran rumah adat sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat adat.

Wakil Bupati Nagekeo Marianus memberikan beberapa catatan penting kepada warga setempat antara lain soal kehidupan sosial masyarakat Nagekeo di mana sistem kekeluargaan yang menarik garis keturunan pihak laki-laki atau ayah (patrilineal).

Baca Juga: Respons Cepat, Dinas Sosial Nagekeo Salurkan Bantuan ke Warga Korban Kebakaran

Marianus mengingatkan, masyarakat untuk selalu hidup berdampingan satu sama lain dan menghindari potensi terjadinya pertikaian yang mengatasnamakan hak ulayat.

"Dengan adanya pembangunan tersebut masyarakat adat Suku Lea baik yang berada di Desa Degalea maupun yang berdomisili di luar daerah untuk tetap bersatu," ungkapnya.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nagekeo, Wilbrodus Lasa mengatakan, pembangunan pelataran rumah adat sebagai amanah UU Nomor 11 tahun 2010 yang Pemerintah berkewajiban melakukan pencarian benda, bangunan, struktur dan/atau lokasi yang diduga sebagai cagar budaya.

Baca Juga: KPU NTT Gelar Apel Serentak Stok Opname Fisik Aset BMN

Wilbrodus menambahkan, selain Suku Lea, bidang Kebudayaan juga membangun dua pelataran rumah adat lainya, diantara pelataran rumah adat Boamara di Kecamatan Aesesa Selatan dan Kampung adat Natameze di Kelurahan Rega Kecamatan Boawae.

"Pembangunan pelataran rumah adat tersebut dianggarkan dari DPA Dinas P dan K senilai Rp30 juta. Dalam melestarikan budaya butuh kolaborasi kerja sama lintas sektor baik dari pemerintah kabupaten, pemerintah desa hingga masyarakat setempat," paparnya.

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Terkini

Kompor Meledak, Kos di Nagekeo NTT Terbakar

Rabu, 10 Agustus 2022 | 18:12 WIB

Unitri Malang Bangun Kerja Sama Dengan Pemkab Lembata

Selasa, 9 Agustus 2022 | 22:29 WIB
X