Dugaan Korupsi Proyek DAK Dinas Pendidikan Kabupaten Alor, Dana Rp1, 2 Miliar, Kerugian Negara Rp1, 1 Miliar

- Rabu, 29 Juni 2022 | 14:50 WIB
Kapolres Alor AKBP Ari Satmoko (Dok Polres Alor)
Kapolres Alor AKBP Ari Satmoko (Dok Polres Alor)

KALABAHI, VICTORYNEWS - Penyidik Unit Tikipor Polres Alor belum lama ini menahan tersangka dugaan korupsi proyek fisik Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018 Dinas Pendidikan Kabupaten Alor, Bahlawan Djaibaka.

Saat ditahan Polres Alor, tersangka Bahlawan Djaibaka masih tercatat sebagai Kabid PAUD - PKLK Dinas Pendidikan Kabupaten yang diduga terlibat korupsi dalam proyek fisik berupa tiga ruang kelas baru (RKB) dan gedung perpustakaan di SMP Pailawang, Kabupaten Alor.

Namun, dalam urusan proyek DAK tahun 2018, tersangka menjabat sebagai Ketua Tim Teknis Perluasan Akses dan Infrastruktur Pendidikan Kabupaten Alor tahun 2018.

Baca Juga: 3 Pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Alor Tersandung Kasus Korupsi DAK 2018 dan 2019

Saat ini tersangka ditahan ruang tahanan Polres Alor selama 20 hari sejak tanggal 27 Juni sampai 16 Juli 2022. Penyidik juga menyita sejumlah proposal dari Dinas Pendidikan Kabupaten Alor
Kerugian Negara Rp1, 1 Miliar

Kapolres Alor AKBP Ari Satmoko dalam keterangan tertulis kepada victorynews.id, Senin (27/6/2022) mengatakan, setelah diperiksa penyidik tersangka kemudian ditahan selama 20 hari. 

Ari mengatakan, anggaran dalam proyek senilai Rp1.268.000.000 yang bersumber dari APBN Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun anggaran 2018 melalui DAK Pendidikan.

Baca Juga: Kasus Dugaan Korupsi DAK 2019 Dinas Pendidikan Alor, Kejari Alor Tetapkan Lima Tersangka Baru

Dia mengatakan, sesuai hasil audit dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan NTT ditemukan kerugian negara mencapai Rp1.171.483.000. Artinya, dalam urusan proyek ini anggaran yang digunakan hanya Rp96.917.000.

Selain itu, penyidik juga menyita barang bukti berupa proposal pembangunan SMP Pailawang, satu gabung dokumen/surat berkaitan dengan pembangunan sekolah SMP Pailawang, uang tunai sebesar Rp25.000.000 dan 1 buah slip e-biling simponi penyetoran negara bukan pajak sebesar Rp38.977.000.

Halaman:

Editor: Polce Siga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X