Pelayanan Buruk, Masyarakat Alor Minta Ombudsman NTT Awasi Pelabuhan Kalabahi

- Kamis, 30 Juni 2022 | 16:03 WIB
Calon penumpang berdesak-desakan saat melakukan pembelian tiket di Pelabuhan Kalabahi. Akibat pelayanan buruk, masyarakat Alor minta Ombudsman awasi Pelabuhan Kalabahi  (Dok. Demas Mautuka))
Calon penumpang berdesak-desakan saat melakukan pembelian tiket di Pelabuhan Kalabahi. Akibat pelayanan buruk, masyarakat Alor minta Ombudsman awasi Pelabuhan Kalabahi (Dok. Demas Mautuka))

KUPANG, VICTORYNEWS--Masyarakat Alor meminta Ombudsman RI Perwakilan NTT untuk melakukan pengawasan terhadap antrian dan pelayanan tiket di Pelabuhan Kalabahi, Kabupaten Alor.

Salah seorang warga Alor  Demas Mautuka melalui surat terbukanya yang ditujukan kepada Ombudsman RI perwakilan NTT dan PT. ASDP (Persero) Cabang Kupang, Kamis (30/6/2022) memohon bantuan Ketua Ombudsman RI Perwakilan Provinsi NTT.

"Sekiranya membantu pengawasan Antrean pembelian tiket di Loket Pelabuhan Fery Kalabahi PT ASDP (Persero) Cabang Kupang," ujarnya.

Baca Juga: Keroyok Tiga Warga Amarasi, Nasib 26 Pemuda Masih Diproses Polres Kupang

Ia menyebutkan, permintaan ini setelah dilakukan pemantauan selama ini terjadi antrean tiket di pelabuhan Ferry Kalabahi.

"Butuh waktu lama 3-5 jam untuk dapat tiket," keluh Demas.

Pelayanan publik di loket ASDP Ferry Kalabahi, kata Demas, sangat buruk sehingga membuat masyarakat tidak nyaman dalam menggunakan moda transportasi Ferry ASDP tujuan Kalabahi-Kupang di hari Minggu dan Rabu siang saja.

Baca Juga: Sekda Manggarai Tegaskan Data Kependudukan Harus Valid Dalam Penanganan Masalah RP3KP

Selain antrian tiket, lanjut Demas, para penumpang juga mengeluhman biaya tambahan dalam pembelian kartu BRI BRIZZI sebesar Rp30.000 sebagai suatu kewajiban untuk dijadikan syarat dalam pembelian tiket seharga Rp127.000.

Halaman:

Editor: Beverly Rambu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X