Diduga Terlibat Korupsi Dana PIP, Mantan Kepsek Satap Nangaroro Nagekeo Ditahan

- Jumat, 1 Juli 2022 | 17:42 WIB
Kasat Reskrim Polres Nagekeo, Iptu Rifai saat menggelar jumpa pers kepada sejumlah awak media di ruang Satreskrim Polres Nagekeo, Jumat (1/7/2022), terkait penahanan mantan Kepsek Satap Nangaroro akibat korupsi dana PIP.  (victorynews.id/bernard sapu)
Kasat Reskrim Polres Nagekeo, Iptu Rifai saat menggelar jumpa pers kepada sejumlah awak media di ruang Satreskrim Polres Nagekeo, Jumat (1/7/2022), terkait penahanan mantan Kepsek Satap Nangaroro akibat korupsi dana PIP. (victorynews.id/bernard sapu)

MBAY, VICTORY NEWS-Polres Nagekeo, NTT menahan ADDFD (45) mantan Kepala Sekolah (Kepsek) Satap Nangaroro, Kabupaten Nagekeo atas dugaan korupsi dana Program Indonesia Pintar (PIP).

Hal ini disampaikan Kapolres Nagekeo AKBP Yudha Pranata melalui Kasat Reskrim Polres Nagekeo, Iptu Rifai, saat menggelar jumpa pers di ruang Satreskrim Polres Nagekeo, Jumat (1/7/2022).

Rifai menjelaskan, awal mula pengungkapan kasus dugaan korupsi PIP itu, ketika sejumlah orang tua siswa Sekolah Satap Nangaroro memberikan laporan atas dugaan korupsi dana PIP yang dilakukan oleh mantan Kepsek Satap Nangaroro yang berinisial ADDFD (45).

Baca Juga: Penerapan Kurikulum Merdeka di SMPN 11 Kupang Bemanfaat bagi Siswa dan Guru

"Berbekal dari laporan tersebut kami dari Satreskrim Polres Nagekeo melakukan Lidik dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk tersangka dugaan juga. Proses tersebut berjalan selama 6 bulan. Dan laporan yang kami terima dari orang tua siswa sejak tahun 2021," ungkapnya.

Rifai menjelaskan, dana PIP yang seharusnya disalurkan kepada 287 siswa di sekolah Satap Nangaroro justru digunakan untuk kepentingan pribadi Kepsek Satap Nangaroro. Total dana tersebut Rp172.875,000.

Tersangka ADDFD diduga melakukan aksi penyelewengan terhitung sejak tahun 2017 hingga 2020 dengan rincian tahun 2017 dana sejumlah Rp30.000.000, tahun 2018 dana sejumlah Rp47.250.000, tahun 2019 dana sejumlah Rp42.375.000 dan tahun 2020 dana sejumlah Rp53. 250.000.

Baca Juga: Putusan Kasus Wali Kota Kupang Cup: Hakim Perintahkan Jerat Agus Ririmase Cs, Begini Kata Kajari Kupang

Akibat perbuatannya, ADDFD (45) dijerat Undang-undang nomor 20 tahun 2021 tentang korupsi dan melanggar pasal 2 dan 3 junto Pasal 8. Tersangka ADDFD (45 ) dijerat dengan ancaman penjara minimal 1 tahun hingga 20 tahun, dengan denda sebesar 1 juta hingga 1 miliar rupiah.

"ADDFD saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan di sel tahanan Mako Polres Nagekeo," jelasnya.***

Halaman:

Editor: Yance Jengamal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kompor Meledak, Kos di Nagekeo NTT Terbakar

Rabu, 10 Agustus 2022 | 18:12 WIB

Unitri Malang Bangun Kerja Sama Dengan Pemkab Lembata

Selasa, 9 Agustus 2022 | 22:29 WIB
X