BPBD NTT Gandeng Instansi Terkait Lakukan Upaya Penanganan Darurat Jembatan Boking

- Jumat, 1 Juli 2022 | 18:49 WIB
Sub Koordinator Rekonstruksi BPBD Provinsi NTT serta Analis Bangunan dan Perumahan bersama Dinas PUPR Provinsi dan PUPR Kabupaten TTS, serta BPBD setempat untuk meninjau langsung lokasi kejadian. (BPBD NTT)
Sub Koordinator Rekonstruksi BPBD Provinsi NTT serta Analis Bangunan dan Perumahan bersama Dinas PUPR Provinsi dan PUPR Kabupaten TTS, serta BPBD setempat untuk meninjau langsung lokasi kejadian. (BPBD NTT)

KUPANG, VICTORYNEWS- Jembatan Boking, penghubung antara Kabupaten Malaka dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi NTT ambruk akibat hujan lebat yang menguyur wilayah tersebut pada Kamis 30 Juni 2022.

Jembatan Bokinh berada di Kecamatan Boking,  Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur. 

Akibat kejadian itu, lalu lintas masyarakat dari Kabupaten Malaka menuju TTS atau Kota Kupang menjadi terhambat sehingga dibutuhkan pembuatan jalan darurat. 

Menanggapi bencana itu, Pemerintah Provinsi NTT melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengambil langkah cepat untuk melakukan penanganan darurat.

Baca Juga: Diduga Terlibat Korupsi Dana PIP, Mantan Kepsek Satap Nangaroro Nagekeo Ditahan

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTT, Ambrosius Kodo kepada victorynews.id, Jumat, (1/7/2022) petang menjelaskan bahwa pihaknya telah mengutus Sub Koordinator Rekonstruksi BPBD Provinsi NTT serta Analis Bangunan dan Perumahan untuk bersama-sama dengan Dinas PUPR Provinsi dan PUPR Kabupaten TTS, serta BPBD setempat untuk meninjau langsung lokasi kejadian.

Ambrosius juga meminta tim yang turun agar sekaligus melakukan kaji cepat sehingga dapat mengambil tindakan pemulihan dini dengan segera supaya arus lalulintas orang, barang, dan jasa dapat kembali normal.

"Saat ini BPBD Provinsi NTT dengan Balai Pengembangan Jalan Negara (BPJN), Dinas PUPR Provinsi NTT, serta pemerintah setempat juga sedang melakukan upaya darurat di lapangan berupa penimbunanan dan perbaikan fondasi jembatan, serta membuat rekayasa aliran sungai agar dapat membuat jalan sementara, " kata Ambrosius.

Baca Juga: Penerapan Kurikulum Merdeka di SMPN 11 Kupang Bemanfaat bagi Siswa dan Guru

Halaman:

Editor: Beverly Rambu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pejabat Lingkup Kejati NTT Dimutasi, Ada Kajari Sikka

Senin, 15 Agustus 2022 | 12:39 WIB

Bupati Kupang Panen Bawang Merah di Pulau Semau

Minggu, 14 Agustus 2022 | 04:56 WIB

Bank NTT Cabang Betun Miliki 4 Kantor Cabang Pembantu

Jumat, 12 Agustus 2022 | 10:07 WIB
X