Jadi Pembicara di SMAN 1 Waikabubak, Kalapas Berharap Kasus Perundungan Diminimalisir

- Kamis, 21 Juli 2022 | 16:17 WIB
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Waikabubak, Yohanis Varianto (kemeja merah membelakangi lensa) didampingi Kepala SMAN 1 Waikabubak, Paulinus Sukur saat memaparkan materi tentang perundingan di SMAN Waikabubak, Sumba, NTT, Kamis (21/7/2022).  (Humas Lapas Waikabubak)
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Waikabubak, Yohanis Varianto (kemeja merah membelakangi lensa) didampingi Kepala SMAN 1 Waikabubak, Paulinus Sukur saat memaparkan materi tentang perundingan di SMAN Waikabubak, Sumba, NTT, Kamis (21/7/2022). (Humas Lapas Waikabubak)

WAIKABUBAK, VICTORYNEWS-Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Waikabubak, NTT, Yohanis Varianto, di hadapan siswa-siswi SMAN 1 Waikabubak berharap kasus perundungan di sekolah diminimalisir.

Pasalnya, saat ini kasus Perundungan atau bully marak terjadi di sekolah. Kalapas Waikabubak menginginkan kasus perundungan tidak boleh terjadi di SMAN 1 Waikabubak.


Hal tersebut disampaikan Kalapas Waikabubak, Yohanis Varianto saat membawakan materi dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa-siswi baru SMAN 1 Waikabubak, Kamis (21/7/2022). 

Baca Juga: Waki Bupati Kupang Lepas Peserta Pramuka Jambore Daerah dan Jambore Nasional


Kalapas Waikabubak pada kesempatan tersebut membawakan materi tentang Perundungan/bullying dan Penyalahgunaan Teknologi Informasi di Lingkungan Sekolah Khususnya Anak di Bawah Umur.

"Saat ini banyak kasus perundungan atau yang lebih dikenal dengan nama bully di sekitar kita. Jika kita sering membaca berita baik di media elektronik ataupun media massa, banyak sekali kasus bully yang terjadi pada anak di bawah umur, anak-anak remaja seperti kalian semua (siswa-red)," kata Kalapas Waikabubak.

Menurut data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), pada tahun 2018 kasus perundungan anak sebanyak 161 kasus.

Baca Juga: Presiden Jokowi Minta Kemenhub Tambah 100 Meter Panjang Runway Bandara Komodo

"Banyak sekali dan itu dilakukan oleh pelajar di lingkungan sekolah," jelas Varianto. 

Manurut Varianto, untuk mencegah terjadinya perundungan yaitu dengan saling menghargai dalam bergaul. Siswa wajib bersikap sopan dan tidak menjadikan teman atau orang lain sebagai bahan candaan dengan mengejek bahkan menghina karena sesuatu hal.

Halaman:

Editor: Yance Jengamal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X