Konten Radikalisme lewat Propaganda Agama Masih Muncul di Media Sosial

- Rabu, 27 Juli 2022 | 22:20 WIB
Kabag Hukum dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) NTT, Kombes Pol Astuti Idris, membuka Festival Aksi Musik Anak Bangsa (ASIK BANG) di Kupang. (victorynews.id/nahor fatbanu)
Kabag Hukum dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) NTT, Kombes Pol Astuti Idris, membuka Festival Aksi Musik Anak Bangsa (ASIK BANG) di Kupang. (victorynews.id/nahor fatbanu)

KUPANG, VICTORYNEWS KUPANG, VICTORYNEWS-Penyebaran paham radikalisme melalui propaganda agama masih muncul di media sosial (Medsos) meskipun intensitas tidak setinggi tahun 2019.


Sejak tahun 2020 potensi penyebaran paham radikalisme melalui propaganda Agama di media sosial memang lebih fluktuatif. Namun seringkali muncul dan membahayakan kaum muda yang rentan terpapar.


"Potensi radikalisme dan terorisme lebih mengurucut pada keyakinan teologis," ungkap Kabag Hukum dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) NTT, Kombes Pol Astuti Idris.

Baca Juga: Kadin NTT Roadshow ke Australia, Bawa 5 Produk UMKM NTT

Ia menyampaikan ini saat membuka Festival Aksi Musik Anak Bangsa (ASIK BANG) di Kedai Kopi Petir Kota Kupang, Selasa (26/7/2022) malam.

"Sementara survei pada 2019 potensinya tinggi, sebesar 39,89 poin soal agama di medsos tentang penyebaran konten radikalisme," ungkapnya lebih lanjut.

Ia juga menjelaskan ideologi agama yang dipakai untuk menyebar radikalisme memang sulit ditangkal walaupun ada penganutnya yang telah ditangkap atau meninggal setelah melakukan aksi terorisme.

"Maka kapasitas pengetahuan dan pengembangan sumber daya sangat perlu namun perkembangan zaman atau teknologi mempunyai efek destruktif termasuk perkembangan terorisme. Moral, kinerja yang baik, beriman, bertaqwa, santun dan cerdas, perlu dimiliki anak muda," sebut dia.

Baca Juga: Tanamkan Nilai Solidaritas Pemuda, Pemerintah Kecamatan Sulamu Gelar Pentas Olahraga dan Seni

Pengguna media sosial yang terdiri dari berbagai kalangan termasuk generasi muda cenderung terpapar atau pernah mengakses informasi seperti itu di media sosial.

Halaman:

Editor: Yance Jengamal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemkab Kupang Bahas KLHS dan Revisi RTRW

Rabu, 5 Oktober 2022 | 18:26 WIB
X